Berita Utama

SBY : Biasakan Gaya Hidup Hemat Energi

Presiden SBY dan Seskab Sudi Silalahi memperhatikan knalpot kendaraan  berbahan bakar blue energy  di kediaman pribadi Puri Cikeas Indah, Bogor, Minggu (25/11) sore. (foto: muchlis/presidensby.info)
Presiden SBY dan Seskab Sudi Silalahi memperhatikan knalpot kendaraan berbahan bakar blue energy di kediaman pribadi Puri Cikeas Indah, Bogor, Minggu (25/11) sore. (foto: muchlis/presidensby.info)
Cikeas, Bogor: Kepada seluruh warga Indonesia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan untuk membiasakan gaya hidup hemat energi. "Dengan harga minyak 100 dolar per barel, subsidi yang dikeluarkan pemerintah ikut membengkak. Makin besar subsidi bahan bakar minyak, maka anggaran untuk yang lainpun berkurang karena harus kita bagi," kata SBY dalam sambutannya saat melepas rombongan kendaraan berbahan bakar blue energy yang akan berangkat menuju Denpasar, Bali di kediaman pribadi Puri Cikeas Indah, Minggu (25/11) sore.

Dengan berhasilnya penelitiaan mengenai bahan bakar alternatif, Presiden SBY mengharapkan subsidi yang dikeluarkan pemerintah tidak terlalu besar. "Berikan penjelasan secara ilmiah agar kita dapat memahami konsep ini. Bagaimana sebuah bahan bakar minyak bisa dibuat bukan dari fosil. Tahap pertama berhasil. Saya masih memerlukan keyakinan yang kedua kalinya agar betul-betul kita kembangkan menjadi industri yang besar," ujar SBY.

"Pengujian bahan bakar dengan perjalanan rombongan ini ke Bali saya anggap sebagai penuntasan dari ujian yang kedua agar dapat diyakini secara teoritis dan praktiknya," SBY menambahkan. "Bila penelitian besar dan luar biasa ini berhasil, maka kita akan sangat bersyukur karena dunia sedang menghadapi dua krisis lingkungan, pemanasan global dan perubahan iklim," SBY menjelaskan.

Menurut SBY, kebijakan energi nasional tahun 2025 diharapkan akan mengubah komposisi bahan bakar minyak yang berasal dari fosil menjadi 20 persen dari jumlah sebelumnya sebesar 52 persen. "Ini memerlukan diversifikasi energi dari sumber energi terbarukan. Kita terus melakukan hal itu secara serius dengan tujuan CO2 yang dilepas akan berkurang," tambahnya.

Tampak hadir, antara lain, Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Menhub Jusman Syafii Djamal, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng. (osa)