Berita Utama

Presiden pada Peresmian Gedung PPATK:

"Jangan Ganggu Kami Yang Sedang Cuci Piring"

Presiden SBY bersama para menteri  pada acara peresmian gedung PPATK di Jl. Juanda, Jakarta, hari Selasa (27/11). (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY bersama para menteri pada acara peresmian gedung PPATK di Jl. Juanda, Jakarta, hari Selasa (27/11). (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Untuk memberantas korupsi, semua harus bekerja keras. Sekarang semua harus bekerja keras mencuci piring, karena orang-orang yang telah berpesta tidak mau mencuci piring, tapi malah mencuci tangan. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meresmikan gedung Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK),Jl.Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (27/11) pagi.

“Saya harus mengatakan, memang kita ini sekarang harus bekerja keras untuk mencuci piring, biar bersih. Karena seingat saya, banyak dulu yang berpesta, lupa mencuci piring. Malahan barangkali yang diingat, yang lebih disenangi mencuci tangan ketimbang mencuci piring. Untuk keadilan, kepada pihak-pihak seperti itu, jangan mengganggu kami-kami, kita-kita yang siang dan malam sekarang bekerja mencuci piring. Adil. Kita ingin negara yang kita cintai ini, makin ke depan makin bersih, bukan makin kotor. Dalam arti, makin berkurang berbagai kejahatan utamanya kejahatan yang serius, dan kejahatan yang luar biasa makin bersih," kata Presiden.


Menurut SBY, sistem kita makin bersih. "Pemerintahan pusat dan daerah makin bersih. Berbagai kegiatan bisnis di negeri kita makin bersih pula, transaksi keuangan yang ada di negeri ini, baik transaksi dalam negeri maupun transaksi lintas negara. Kalau semuanya makin bersih, negara kita akan selamat, termasuk selamatnya aset dan keuangan negara yang kita miliki. Negara kita akan semakin pasti, more certain, di dalam berbagai kegiatan di negeri ini, termasuk kegiatan usaha di tanah air,” lanjut Presiden.

Salah satu cara untuk membuat negara menjadi bersih, lanjutnya, "Kkita harus menuntaskan kejahatan keuangan yang sangat serius yang dulu pernah terjadi. Bagaimana caranya bikin negara kita bersih ? Antara lain kejahatan keuangan yang sangat serius yang dulu pernah terjadi, yang belum tuntas, harus kita tuntaskan. BLBI ada yang sudah tuntas, ada yang belum tuntas. Yang belum tuntas kita tuntaskan, yang buron bergentayangan di luar negeri bawa uang Indonesia dan aset negara, cari! Bawa pulang, suruh mengembalikan asetnya. Ke depan kita harus betul-betul mampu mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi termasuk tindak pidana pencucian uang dengan cara-cara yang lebih baik,” kata Presiden.

Ditambahkan, bisnis yang modalnya KKN, kongkalingkong, kolusi penguasa dan pengusaha, sudah selesai. “Dalam arti, cukup. Jangan dihidup-hidupkan kembali, bisnis model itulah yang bikin celaka negeri kita. Krisis yang terjadi di masa lalu antara lain karena praktek-praktek bisnis seperti itu. Kita ingin berbisnis yang benar dan bersih, dan pemerintah membuka ruang dan peluang bisnis seperti itu agar lebih adil. Bisnis yang tidak benar itu sudah bukan jamannya lagi. Bisnis dengan berlindung di balik penggunaan dana APBN dan APBD yang tidak benar juga harus dihentikan, karena jika tidak, banyak aset negara uang negara yang hilang. Kalau banyak uang dan aset negara hilang, maka sasaran pembangunan tidak akan dapat kita capai dengan baik. Rakyat yang akan menderita. Sebaliknya bila kita bisa amankan aset dan keuangan negara, pembangunan bertambah baik, peningkatan kesejahteraan rakyat bertambah baik, pendidikan dan kesehatan makin maju, kemiskinan makin cepat dikurangi, pengangguran lebih cepat dikurangi. Rakyatlah yang akan senang, “ kata Presiden SBY. (nnf)