Berita Utama

"Kami Ingin Pengobatan Gratis, Pak"

Presiden SBY dan Ibu Ani berdialog dengan masyarakat di kantor Desa Sirnagalih, Jonggol, Bogor, hari Rabu (28/11) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani berdialog dengan masyarakat di kantor Desa Sirnagalih, Jonggol, Bogor, hari Rabu (28/11) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Bogor: Usai melakukan pencanangan gerakan aksi Penanaman Serentak dan Pekan Pemeliharaan Pohon di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjungsari, hari Rabu (28/11) siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara dan rombongan melakukan peninjauan ke kantor Kepala Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol. Kata SBY, "Saya mampir ke desa ini karena ingin mendengarkan semua keinginan dan masukan dari seluruh penduduk. Kita harus tahu apa saja yang kurang dari pemerintah, karena tujuan kami adalah untuk melayani masyarakat," kata SBY kepada sekitar 50 petani yang hadir.

Ketika SBY bertanya mengenai masalah kesehatan, salah seorang penduduk berkata, "Kami ingin semua pengobatan gratis Pak Presiden, karena untuk mendaftar saja kami harus bayar, " ujarnya. SBY kemudian mengajak seluruh penduduk memiliki kartu Askeskin, agar dibebaskan dari biaya pengobatan di Puskesmas. Karena, apabila tidak memiliki kartu Askeskin, penduduk dikenakan biaya pendaftaran. SBY juga berpesan kepada Ketua Camat Jonggol Aris Muryanto agar selalu memperhatikan pendistribusian serta kualitas dan harga obat-obat generik.

Kepada Kepala Desa Sirnagalih, Nurkasih, SBY bertanya apakah ada fasilitas pendidikan, kesehatan, keamanan serta sarana olah raga yang memadai. Nurkasih menjawab bahwa semua fasilitas tersebut dapat dipenuhi dan masih dalam kondisi prima.

Beberapa warga kemudian mengungkapkan mahalnya harga buku untuk pendidikan anak-anak mereka, dan susahnya memperoleh air irigasi ketika musim kemarau datang, serta mahalnya harga pupuk dan tidak adanya traktor untuk membajak sawah. "Karena kalau musim kemarau datang, kerbau-kerbau tidak bisa membajak, jadi kami perlu traktor," kata salah satu penduduk. Mendengar keluhan ini, Presiden SBY langsung memberikan bantuan dana sebesar Rp 100 juta untuk pembangunan tempat penjualan pupuk di Sirnagalih serta Rp. 50 juta untuk koperasi simpan pinjam. (mit)