Berita Utama

Mengapa SBY Sering Beli Produk Kerajinan?

Presiden SBY bersama Ibu Ani memperhatikan perajin bekerja usai pembukaan  pameran Mutumanikam Nusantara, di Museum Nasional, hari Kamis (29/11) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY bersama Ibu Ani memperhatikan perajin bekerja usai pembukaan pameran Mutumanikam Nusantara, di Museum Nasional, hari Kamis (29/11) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Menurut catatan pemerintah, ekonomi kreatif di Indonesia memiliki pertumbuhan yang baik, yaitu tumbuh sebesar 7 persen. Bila tahun 2002 totalnya sekitar 3,57 milyar dollar Amerika, maka pada tahun 2006 tumbuh menjadi 4,61 milyar dollar Amerika. Sedangkan kontribusi produk mutu manikam pertumbuhannya adalah 15 persen. "Ini menunjukkan kecenderungan yang baik dari kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka pameran Mutumanikam Nusantara di Museum Nasional, Kamis (29/11) sore.

Saat mengunjungi pameran kerajinan Indonesia, SBY sering membeli produk-produk kerajinan yang dipamerkan. Ada tiga alasan mengapa SBY sering melakukan hal itu. "Pertama adalah karena barang-barang yang dipamerkan bagus, berkualitas, dan harganya terjangkau," puji SBY. "Yang kedua, saya ingin, dengan lakunya barang kerajinan tersebut maka ekonomi kreatif akan tumbuh dan berkembang. Ketiga, barang-barang tersebut sering saya berikan sebagai cinderamata bagi tamu-tamu negara yang berkunjung ke Indonesia sekaligus mempromosikan produk kerajinan Indonesia," lanjutnya.

Kepada pimpinan dan pengelola Mutumanikam Nusantara, Presiden berpesan agar mereka benar-benar memiliki semangat yang tinggi dan langkah-langkah nyata untuk mengembangkan diri dan mengembangkan industri perhiasan di negeri ini. "Agar industri ini tumbuh dengan baik, maka ada 7 langkah yang harus dilakukan. Pertama, kembangkan pasar bagi produk Mutu Manikam. Teruslah mencari pangsa pasar di dalam maupun di luar negeri," SBY menegaskan.

Kedua, yakinkan modalnya cukup dan terus tumbuh. "Silahkan berkreasi untuk mendapatkan modal tersebut," tambahnya. Ketiga, kembangkan seni dan kreativitas yang membuat produk kita mempunyai daya saing tinggi. Keempat, teknologi. "Padukan antara kreativitas dan teknologi," jelas SBY. Kelima, jangan lupa branding dan HaKI. "Sudah sangat layak produk Indonesia diberikan nama dan merek buatan Indonesia. Jangan malu dan kecil hati. Kita ini suka kurang peduli. Setelah ada satu atau dua pihak yang mengaku produk tersebut, baru kita ribut dan bingung," pesannya.

Keenam, lanjut Presiden, harus membuat produk dengan memperhatikan aspek lingkungan. Ketujuh, alirkan manfaat nilai ekonomi dan rejeki itu kepada para pengrajin. "Kita tidak boleh mengeksploitasi perajin. Bila memang ada keuntungan yang besar maka alirkan juga kepada mereka," ujar SBY.

Usai meresmikan pameran, Presiden SBY dan Ibu Ani meninjau pameran Mutumanikam Nusantara. Tampak hadir antara lain adalah Menteri Pariwisata Jero Wacik, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (osa)