Berita Utama

Dialog SBY dengan Kawula Muda

Dari Lantai Pelepah Pisang Sampai Illegal Logging

Presiden SBY  didampingi Ibu Ani  berdialog dengan rombongan  Bicycle For Earth Goes To Bali  dan Kawula Muda Peduli Lingkungan, di halaman kantor Pemprov Bali, hari Selasa (4/12) pagi. (foto:haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Ibu Ani berdialog dengan rombongan Bicycle For Earth Goes To Bali dan Kawula Muda Peduli Lingkungan, di halaman kantor Pemprov Bali, hari Selasa (4/12) pagi. (foto:haryanto/presidensby.info)
Denpasar: Usai menyambut kedatangan kontingen Bike For Earth Goes To Bali (BFEGTB) di halaman tengah kantor Gubernur Bali di Denpasar, hari Selasa (4/12) pagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono berdialog dengan Kawula Muda Peduli Lingkungan. Ada yang langsung mengemukakan ide-idenya di lokasi, ada pula yang melakukan dialog dengan Presiden melalui jaringan telephone atau mengirimkan pertanyaan melalui SMS. SBY tertarik dan tak henti memuji dan mendorong para kawula muda untuk mengembangkan ide-ide kreativnya untuk mencegah pemanasan global.

I Gede Pawitra, seorang guru dari SMK PGRI 2 di Bali misalnya, melakukan penghematan kertas dengan cara mengadakan ujian lisan untuk murid-muridnya. "Kami tidak mau membuang-buang kertas, karena kertas dibuat dari kayu, dan semakin banyak kertas yang kita gunakan, akan semakin banyak pohon yang ditebang untuk diambil kayunya," ujar Pawitra. Selain menghemat kertas, menurut Pawitra, ujian lisan semacam ini membawa banyak keuntungan bagi para murid. Mereka diharuskan untuk belajar dengan tekun dan giat, karena dengan ujian lisan, murid-murid tidak bisa mencontek.

Kemudian ada juga pelajar SMAN 4 Kediri, Dede Ismail, yang menciptakan lantai dari pelepah pisang. Ia ingin sekali mengurangi pembabatan hutan yang terjadi di Indonesia. "Cara pembuatannya adalah dengan memotong pelepah pisang, kemudian dikeringkan sehingga menjadi keras seperti tripleks," jelas Dede. Presiden SBY mendukung ide Dede, karena bagus dan dapat dijadikan solusi agar illegal logging di Indonesia dapat dihentikan.

Sementara itu, Aji Prakoso, mahasiswa fakultas hukum Universitas Udayana bertanya kepada SBY mengenai masalah illegal logging. "Bagaimana mungkin di saat kita menanam pohon untuk mensukseskan gerakan menanam pohon, illegal logging masih marak?," tanya Aji.

Terhadap pertanyaan ini, SBY menjawab, proses melawan illegal logging sudah berlangsung. "Ratusan orang sudah ditahan, dan masih ada yang dalam proses penyelidikan. Masalahnya, yang kita kejar adalah yang menjadi otak dari pembabatan hutan. Yang jadi otak dan penyandang dana illegal logging itu adalah penjahat yang paling besar. Itu yang harus kita lawan. Tapi ada juga masyarakat yang turun temurun melakukan pekerjaan seperti itu karena tidak mengerti akibatnya. Kita harus turun tangan untuk menyalurkan pekerjaan yang baru untuk mereka. Kita berharap semua memiliki satu niat, yaitu menyelamatkan bumi memerangiillegal logging," ajak SBY.

Acara dialog yang dipandu oleh Arie Daginkz berlangsung santai, penuh kehangatan dan canda tawa, sekitar 35 menit. Ikut mendampingi Presiden, antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Polhukam Widodo AS, Mensesneg Hatta Radjasa, Seskab Sudi Silalahi serta Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng.(mit)