Berita Utama

Peringatan Hari Pangan Sedunia di Lampung

Bantuan untuk Petani, Peternak dan Nelayan

Presiden SBY memukul kentongan membuka acara Peringatan Hari Pangan Sedunia dan Pembukaan Indonesia Food Expo 2007, di Lapangan Way Halim, Lampung, hari Rabu (5/12) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY memukul kentongan membuka acara Peringatan Hari Pangan Sedunia dan Pembukaan Indonesia Food Expo 2007, di Lapangan Way Halim, Lampung, hari Rabu (5/12) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Bandar Lampung: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara hari Rabu (5/12) pagi menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXVII dan Peresmian Pembukaan Indonesia Food Expo 2007, di Lapangan Way Halim, Lampung. Kegiatan bertema Melalui Peningkatan Produksi dan Mutu Produk Pangan Hewani Kita Tingkatkan Kecerdasan Bangsa dihadiri sekitar 1.500 undangan, termasuk Mensesneg Hatta Radjasa, Mentan Anton Apriyantono, Menteri Perikanan dan Kelautan Freddy Numberi, Seskab Sudi Silalahi, serta dua Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

Acara diawali dengan penyerahan bantuan dari Presiden, berupa Sapi Brahman Cross BX bunting sebanyak 4 ribu ekor senilai Rp. 54,3 milyar untuk peternak, Solar-packed Dealer Nelayan (SPDN) sebanyak 197 unit senilai Rp. 98,5 milyar, sarana penanganan pasca panen senilai Rp. 71 milyar, bantuan Dana Program Kemandirian Pangan (MAPAN) senilai Rp. 112,1 milyar, bantuan operasional penyuluh dan PHP dalam bentuk kendaraan roda dua sebanyak 4.030 unit senilai Rp. 60 milyar, serta 63 unit kendaraan roda empat senilai Rp. 16,9 milyar.

Presiden juga menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada 1.610 petani berprestasi dalam bentuk tabungan senilai Rp. 32,3 milyar, juga penghargaan kepada 44 Guru Sekolah Pertanian Berprestasi dalam bentuk tabungan senilai Rp. 880 juta, penghargaan kepada 311 Penyuluh Berprestasi dalam bentuk tabungan senilai Rp. 6,22 milyar serta penghargaan kepada Pelabuhan Perikanan Terbaik dalam bentuk plakat yang diberikan kepada Pelabuhan Samudera Kendari di Sulawesi Tenggara.

Sebagai tanda terima kasih atas bantuan yang diterima, para dari seluruh Indonesia menyerahkan hasil unggulan pertanian mereka kepada SBY, antara lain beras, jagung serta aneka hasil pertanian dan perkebunan lainnya.

Kata Presiden, pangan merupakan kebutuhan dasar yang mutlak. "Seluruh komponen masyarakat dan seluruh jajaran pemerintah harus mencurahkan perhatian yang besar dalam mencukupi kebutuhan pangan dan air. Oleh karena itu, Hari Pangan Sedunia terus diperingati, bukan hanya kegiatan seremonial semata, tetapi menggugah kita untuk melakukan aksi nyata untuk mencukupi kebutuhan pangan kita. Dunia harus sadar melaksanakan langkahnyata untuk tingkatkan ketahanan pangan umat manusia seluruh dunia.," papar Presiden SBY dalam sambutannya.

Di dalam Millenium Development Goals, masyarakat dunia bertekad untuk mengurangi kekurangan pangan pada tahun 2015. "Dan kita harus lakukan kerjasama untuk menjaga ketahanan pangan agar menjadi prioritas. Menurut Undang Undang, yang bertanggung jawab memelihara ketahanan pangan adalah pemerintah bekerja sama dengan semua lapisan masyarakat. Oleh karena itu, mari kita lakukan tanggung jawab bersama ini untuk tingkatkan ketahanan pangan kita," lanjut SBY.


Sambutan presiden RI diakhiri dengan pernyataan Pencanangan Dua Juta Akseptor Inseminasi Buatan menuju Swasembada Daging Sapi 2010 dan Pencanangan Gerakan Selamatkan Pesisir dilanjutkan dengan pemukulan Klikuk sebagai tanda Peresmian Pembukaan Indonesia Food Expo 2007.

Setelah meresmikan, Presiden SBY beserta rombongan langsung melakukan peninjauan Stand Indonesia Food Expo dan Lomba Cipta Menu Nusantara. Di Indonesia Food Expo, dipamerkan berbagai macam makanan khas Nusantara, sedangkan di Lomba Cipta Menu Nusantara, dilombakan masakan baru kreasi Nusantara.

Usai meninjau Lomba Cipta Menu Nusantara, Presiden dan Ibu Negara langsung menuju Lapangan Parkir Stadion Sumpah Pemuda, untuk melihat acara massal memakan 4 ton ikan bakar oleh 10.000 pelajar se Provinsi Lampung yang akan memecah rekor MURI. (mit)