Berita Utama

Presiden pada Peringatan Hari Pangan Sedunia

Kita Kurang Makan Sayuran dan Kacang-kacangan

Presiden SBY bersama ibu-ibu pada acara Indonesia Food Expo 2007 yang diselenggarakan di Lapangan Way Halim, Bandar Lampung, Lampung, hari Rabu (5/12) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY bersama ibu-ibu pada acara Indonesia Food Expo 2007 yang diselenggarakan di Lapangan Way Halim, Bandar Lampung, Lampung, hari Rabu (5/12) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Bandar Lampung: Sebuah negara dikatakan memiliki ketahanan pangan yang baik apabila pangan selalu tersedia, bahan pangan mampu dibeli oleh rakyat dan tidak tergantung dari sumber-sumber pangan dari negara lain. Oleh karena itu, mari kita lakukan tindakan nyata untuk mencukupi ketahanan pangan masyarakat Indonesia.

Demikian dikatakan Presiden SusiloBambang Yudhoyono pada acara Puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXVII dan Peresmian Pembukaan Indonesia Food Expo 2007 yang diselenggarakan di Lapangan Way Halim, Bandar Lampung pada hari Rabu (5/12) pagi. SBY mendukung segala usaha yang dilakukan untuk menuju swasembada pangan. "Kalau perlu, kita tidak import bahan pangan dari negara-negara lain. Kalau kita tidak ingin import pangan, kita harus meningkatkan produksi pangan. Disinilah peran petani," papar SBY. Kita harus mencukupi kebutuhan pangan kita sendiri, lanjut SBY, terutama padi, jagung, daging sapi, gula, kedelai. "Karena komoditas itu bila kita cukupi akan jauh lebih baik dari pada menggantungkan impor dari negara lain," kata SBY.

Saat ini, lanjut SBY, pemerintah dan rakyat sedang bekerja sama untuk mensukseskan swasembada daging pada tahun 2010. Menurut SBY, peternakan harus ditingkatkan. "Mengapa peternakan harus ditingkatkan? Menurut penelitian, rakyat Indonesia kurang seimbang dalam mengkonsumsi makanan. Kita terlalu banyak mengkonsumsi beras. Sebaliknya, kacang-kacangan, sayur, buah dan daging, susu, ikan justru kurang. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan, melakukan akselerasi pembangunan di bidang peternakan agar lebih seimbang," papar SBY.

Usai meresmikan Indonesia Food Expo 2007 dan meninjau Lomba Cipta Menu Nusantara, Presiden dan Ibu Negara langsung menuju Lapangan Parkir Stadion Sumpah Pemuda. Disana, Presiden dan Ibu Negara melihat acara massal memakan 4 ton ikan bakar oleh 10.000 pelajar se Provinsi Lampung yang akan memecah rekor MURI. Presiden dan Ibu Negara terlihat sangat antusias memberikan semangat kepada para pelajar yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Setelah mengikuti serangkaian acara di Way Halim, Presiden SBY beserta Ibu Negara dan rombongan langsung menuju Bandar Udara Radin Inten II untuk bertolak menuju Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Boeing 737-500. (mit)