Berita Utama

Menggugah Kesetiakawanan pada Penyandang Cacat

Presiden SBY dan Ibu Ani beramah tamah dengan salah seorang penyandang cacat pada Peringatan  Hari Internasional Penyandang Cacat, di Istana Negara, Kamis (6/12) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani beramah tamah dengan salah seorang penyandang cacat pada Peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat, di Istana Negara, Kamis (6/12) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono beserta beberapa Menteri dan (PPCI) Persatuan Penyandang Cacat Indonesia, memperingati Hari Internasional Penyandang Cacat, di Istana Negara Jakarta, Kamis (6/12) pagi. Pada acara ini Presiden sekaligus meluncurkan Reksa Dana Valbury Inklusi, sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kemandirian penyandang cacat melalui konsep investasi dalam bentuk reksa dana.

Dalam sambutannya Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus meningkatkan komitmennya bagi penyandang cacat untuk mewujudkan kesetaraan, kemandirian dan kesejahteraan para penyandang cacat.” Bangsa yang besar antara lain memiliki sifat dan karakter untuk menyayangi, peduli dan memiliki kesetiakawanan yang tinggi kepada para penyandang cacat.” Presiden menambahkan Indonesia bersama lebih dari 80 negara pada tanggal 30 Maret 2007 di Markas PBB di New York ikut menandatangani konvensi internasional menyangkut hak-hak penyandang cacat. "Ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia ingin terus untuk melakukan sesuatu yang konstruktif membantu para penyandang cacat," kata SBY.

Sementara itu Menko Kesra Aburizal Bakrie mengatakan Hari Penyandang Cacat Internasional tanggal 3 Desember tahun 2007 yang bertema Menyediakan Kesempatan Kerja yang Layak Kepada Penyandang Cacat, sejalan dengan tema di Indonesia, yaitu Wujudkan Kesamaan Usaha dan Kerja Tanpa Hambatan Bagi Penyandang Cacat .” Mereka bukanlah orang yang lemah, sakit atau perlu mendapatkan belas kasihan, melainkan sama dengan masyarakat lainnya, perlu diberi kesempatan dan hak-hak sebagai manusia. Mereka juga mempunyai kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan,” ujar Aburizal.

Sebelumnya Ketua Umum PPCI Siswadi menyebutkan, mereka yang hidup di pedesaan seringkali masih menghadapi diskriminasi yang luar biasa, dan masih banyak keluarga yang merasa malu kalau di dalam keluarga itu sendiri ada seorang penyandang cacat. Untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan yang lebih baik, maka kita meluncurkan Reksa Dana ini,” katanya.

Empat orang penyandang cacat kemudian membacakan peryataan sikapnya, antara lain bertekad menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan NKRI, mewujudkan Hak Azasi Manusia, tercapainya kehidupan masyarakat penyandang cacat yang setara dengan kehidupan masyarakat lainnya, dan penyandang cacat bertekad akan terus memberikan kontribusinya kepada bangsa dan negara.

Pada acara tersebut, Menko Kesra Aburizal Bakrie menyerahkan piagam kepada lima orang sebagai penghargaan usaha pemberdayaan kesejahteraan sosial bagi penyandang cacat, dan memberikan kartu Askeskin kepada empat orang penyandang cacat . Yang tak kalah menariknya saat tiga orang penyandang cacat masing-masing bernama Eko, Endang dan Latetecia (Tuna Daksa), memperlihatkan kebolehannya dalam melantunkan lagu Rinduku Padamu karya SBY, membuat suasana jadi hening. Di akhir acara Presiden dan Ibu Negara juga melihat langsung pameran lukisan dan demo Information, Communication and Technology yang diperagakan oleh tuna netra.

Tampak hadir, Menkes Siti Fadillah Soepari, Menteri PU Joko Kirmanto, Menbudpar Jero Wacik, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menkop dan UKM Surya Dharma Ali, Seskab Sudi Silalahi, Ketua Dewan Penasehat PPCI Haryono Suyono dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng.(win)