Berita Utama

SBY Dukung TNI dan Polri Bersikap Netral

Presiden SBY memberi keterangan kepada wartawan di Kantor Presiden, Kamis (6/12) siang, didampingi Menhan Juwono Sudarsono dan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto
Presiden SBY memberi keterangan kepada wartawan di Kantor Presiden, Kamis (6/12) siang, didampingi Menhan Juwono Sudarsono dan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung pernyataan KASAD Jenderal TNI Djoko Santoso di hadapan Anggota DPR Komisi I pada hari Rabu (5/12), saat menjalankan fit and proper test calon Panglima TNI bahwa TNI dan Polri akan bersikap netral dan tidak berpihak pada Pemilu mendatang. Hal tersebut disampaikan Presiden SBY di ruang kerjanya di Kantor Presiden, Kamis (6/12) siang, sebelum menerima Menhan Juwono Sudarsono dan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto.

"Saya senang dan berterimakasih atas jawaban KASAD yang Insya Allah pada saatnya nanti akan menjadi Panglima TNI, untuk akan tetap bersikap netral, tidak berpihak pada Pemilu," kata SBY. "Saya juga berterikasih kepada Komisi I DPR RI yang mengangkat pertanyaan tentang netralitas TNI dan Polri dalam Pemiiahan Umum Legislatif maupun pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Ini menunjukkan apa yang menjadi tekad, semangat, dan tujuan reformasi akan mencapai sasaran," lanjutnya.

"Apa yang saya instruksikan dan ingatkan terus-menerus selama tiga tahun lebih ini, agar TNI dan Polri independen, netral, dan tidak bermain politik praktis, nampaknya akan dapat kita wujudkan," ujar SBY yang didampingi Menhan Juwono Sudarsono dan Panglima TNI Djoko Suyanto. "Ini penting, sebab kita ingin demokrasi yang terus mekar di Indonesia ini akan menjadi demokrasi yang mapan dan baik, sistem dan proses politik yang tengah kita jalankan dan kembangkan juga makin transparan dan akuntabel," SBY menjelaskan.

Presiden SBY benar-benar menggarisbawahi netralitas dan independensi TNI dan Polri. "Saya punya pengalaman tersendiri pada tahun 2004 yang lalu. Masih segar dalam ingatan kita, ketika ada bagian-bagian dari TNI dan Polri yang dilihat publik tidak netral. Harus kita ubah jalannya sejarah agar TNI dan Polri untuk tidak berpihak," kata SBY kepada wartawan.

"Tentu siapapun yang ingin menjadi Presiden dan Wakil Presiden nanti tidak tepat bila minta dukungan TNI dan Polri. Dukungan itu harus berasal dari rakyat, sehingga komitmen para pimpinan dan Polri untuk bersikap netral sangat penting. Pers dan masyarakat, tolong terus melakukan pengawasan nanti untuk memastikan tidak ada perintah dari manapun untuk tidak bersikap netral. Lakukan pengawasan yang baik bagi kebaikan dan keadilan demokrasi kita," SBY mengingatkan. (osa)