Berita Utama

Presiden Serahkan Penghargaan untuk 9 UKM

"Jangan Gunakan Kayu Spanyol Ya..."

Presiden SBY didampingi Ibu Negara menyerahkan Paramakarya, penghargaan Kualitas dan Produktivitas Paramakarya kepada UKM  berprestasi, di Istana Negara, Jumat (7/12) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Ibu Negara menyerahkan Paramakarya, penghargaan Kualitas dan Produktivitas Paramakarya kepada UKM berprestasi, di Istana Negara, Jumat (7/12) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Jumat (7/12) pagi di Istana Negara menyerahkan penghargaan Produktivitas dan Kualitas Indonesia, "Paramakarya 2007", kepada sembilan UKM terpilih. Penyerahan penghargaan tersebut dihadiri unsur pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, pengusaha, serikat pekerja, perguruan tinggi, dan asosiasi pengusaha Indonesia.

Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno, maksud pemberian penghargaan Kualitas dan Produktivitas ”Paramakarya” ini untuk memasyarakatkan dan mendorong gerakan peningkatan produktivitas nasional melalui penerapan konsep dan teknik perbaikan produktivitas. ”Sementara tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah usahanya sekaligus dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja,” kata Erman.

Setelah melalui penilaian terhadap 198 UKM dari 33 provinsi, Dewan Juri Nasional akhirnya menetapkan sembilan UKM yang terdiri dari 4 Usaha Kecil dan 5 Usaha Menengah sebagai perusahaan penerima Tropi Penghargaan Kualitas dan produktivitas ”Paramakarya” 2007 di tingkat nasional. Sembilan UKM yang terpilih adalah:

Usaha Kecil:
1. U.D. Kamasan, Klungkung – Bali, memproduksi hiasan dari uang kepeng.
2. U.D. Karya Bersama, Gresik – Jawa Timur, memproduksi furnitur spesifik pelepah pisang.
3. Usaha Suka Senang, Ciamis – Jawa Barat, memproduksi keripik dan sale pisang.
4. Naga Mas, Provinsi Gorontalo, memproduksi sulaman krawang.

Usaha Menengah:
1. CV. Jati Indah, Purworejo – Jawa Tengah, memproduksi furnitur dari kayu jati.
2. PT. Imprintama, Provinsi DKI Jakarta, memproduksi map order dari plastik.
3. PT. Sari Tani Indonesia, Serdang Badagai – Sumatera Utara, memproduksi tepung tapioka.
4. UD. Naga Geni, Sulawesi Tenggara, memproduksi kursi dan meja dari akar kayu jati.
5. PT. Puncak Menara Hijau, Lampung, memproduksi peralatan dapur dari kayu karet.

Usai menyerahkan tropi, Presiden SBY mengajak para pemenang tropi berdialog satu persatu. Dari para pemenang tersebut Presiden SBY mengetahui bahwa sebagaian besar produk yang mereka buat dan telah diekspor ke luar negeri sudah memiliki hak paten dan berlabel Indonesia. Kepada para pengrajin yang menggunakan bahan olahan kayu dan akar kayu, SBY berpesan agar selalu menggunakan bahan yang jelas asal usulnya. ”Jangan menggunakan kayu yang spanyol, alias separo nyolong,” ujar SBY disambut gelak tawa hadirin. SBY juga mengingatkan kepada seluruh UKM agar terus meningkatkan kualitas, produktivitas, dan inovasi terhadap barang-barang yang akan dipasarkan. ”Mari kita bikin produk yang dihasilkan Indonesia makin baik,” ajak SBY.

Hadir dalam acara tersebut antara lain adalah Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, Mendagri Mardiyanto, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadarma Ali, dan Ketua Kadin M. Hidayat. (osa)