Berita Utama

Presiden:

Ada Hambatan, Kotak Pos 9949 Masih Buka

Presiden SBY didampingi Ibu Negara menyerahkan Paramakarya, penghargaan Kualitas dan Produktivitas Paramakarya kepada UKM  berprestasi, di Istana Negara, Jumat (7/12) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Ibu Negara menyerahkan Paramakarya, penghargaan Kualitas dan Produktivitas Paramakarya kepada UKM berprestasi, di Istana Negara, Jumat (7/12) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Pada tahun-tahun terakhir ini penilaian lembaga baik internasional mapun domestik terhadap daya saing Indonesia makin baik. Selain itu, prosedur dan jangka waktu mengurus ijin berusaha dan investasi di Indonesia juga makin pendek waktunya, sehingga biayanya makin hemat dan makin baik. ”Saya juga mendapat laporan, pungutan-pungutan di daerah yang tidak perlu sudah semakin berkurang,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya saat menyerahkan Penghargaan Produktivitas dan Kualitas Indonesia ” Paramakarya” 2007 di Istana Negara, Jumat (7/11) pagi.

”Tetapi saya merasa hal tersebut belum cukup. Harus lebih kita tingkatkan lagi daya saing, mudahnya ijin usaha, dan kita cegah pungutan-pungutan yang tidak perlu. Dengan demikian makin berkembang pula usaha kita,” ujar SBY di hadapan lebih kurang 250 undangan.

Namun di lain pihak, Presiden SBY masih mendengar adanya birokrasi yang tidak bersahabat baik di pusat maupun di daerah. ”Birokrasi tersebut cenderung mempersulit perijinan. Sudah tiga tahun lebih saya mengingatkan hal seperti ini, meskipun sudah ada perubahan-perubahan, namun belum cukup karena masih ada beberapa hambatan dalam berusaha di negeri ini,” lanjutnya. ”Kotak Pos 9949 Jakarta 10000 masih terus terbuka. Jadi bila ada yang ingin berusaha namun dihalang-halangi oknum tertentu, jangan ragu-ragu untuk menulis ke sini. Data harus benar dan akurat,” SBY menjelaskan. ”Wartawan juga bisa memberitakan kemacetan-kemacetan dalam dunia usaha. Dengan demikian demokrasi yang menghadirkan transparansi membawa faedah bagi kita semua,” ujarnya.

Untuk mengabarkan kepada dunia luar tentang keunggulan produk-produk Indonesia, Presiden SBY mengingatkan para pelaku bisnis untuk menggunakan teknologi informasi. ”Produk kita suka kalah bersaing karena orang luar tidak tahu kalau produk kita kreatifitas dan kesenian bagus. Saya bangga sekali dengan produk Indonesia. Tidak kalah dengan negara lain, jadi kita juga harus rajin mengabarkan kepada dunia bahwa produk Indonesia itu bagus,” tegas SBY.

Kepada para pemimpin daerah SBY berpesan untuk selalu memberikan dukungan penuh kepada pengembangan UKM, koperasi dan ekonomi kreatif. ”Tolong fasilitasi mereka dalam mengakses modal. Bikin biaya ekonominya rendah, jangan banyak pungutan,” ingat SBY. ”Saya juga ingin melihat usaha besar dan BUMN menggandeng usaha kecil melalui pembinaan, pelatihannya, atau permodalannya,” lanjut SBY.

”Teruslah berkarya. Yang mau kirim keripik pisang kepada saya jangan ragu. Jangan khawatir, nanti ongkos jualnya diganti,” canda SBY yang disambut tawa hadirin.

Tropi Penghargaan Kualitas dan Produktivitas ”Paramakarya” 2007 diberikan kepada 9 UKM yang terdiri dari 4 Usaha Kecil dan 5 Usaha Menengah. Kesembilan UKM itu dipilih oleh Dewan Juri Nasional setelah melalui penilaian terhadap 198 UKM dari 33 provinsi. (osa)