Berita Utama
Jumat, 7 Desember 2007, 16:15:59 WIB
Peringatan Hari Aids Sedunia
Presiden Ajak Dunia Usaha Bantu Tanggulangi HIV/AIDS
Presiden SBY didampingi Ibu Negara dan Menko Kesra Aburizal Bakrie menuju Istana Negara untuk menghadiri acara peringatan puncak Hari AIDS Sedunia, Jumat (7/12) siang. (foto: abror/presidensby.info)
“Saya menghimbau dunia usaha, untuk memberikan donasi. Sisihkanlah sebagian keuntungan, yang disebut corporate social responsibility, sisihkan anggaran itu untuk mengatasi HIV/AIDS ini. Banyak perusahaan yang kuat termasuk multinasional corporation, saya ingin mereka ikut peduli dan mengalokasikan sebagian keuntungannya.” Presiden juga minta agar semua pihak bersatu dalam penanggulangan HIV/AIDS ini.
Kata Presiden, Indonesia akan mengalokasikan lebih banyak lagi sumber daya yang dimiliki. "Ttetapi tentu sebagai negara berkembang, kadang-kadang kami ingin, tapi kami tidak selalu memiliki sumber daya. Kiranya kerjasama yang efektif dapat kita lakukan lebih baik lagi. Gerakan ini tidak boleh hanya sekali-kali, setengah-setengah, pas hari Aids sedunia ingat, setelah itu lupa lagi. Harus berlanjut. Yang setengah-setengah, kalah. Yang sekali-sekali, berhenti. Padahal ancaman sudah datang, bukan akan datang, di seluruh dunia. Oleh karena itu solusinya terus menerus dan all out, tambahnya.
“Saya ingin mengajak bersama-sama dengan negara-negara sahabat dan organisasi-organisasi internasional, perlu global action untuk menanggulangi masalah ini. Gerakan nasional, kalau kita sempitkan mesti kita maknai sebagai gerakan moral dan gerakan keagamaan. Peran para pemimpin agama sangat penting untuk gerakan sosial. Mari kita bangun norma sosial. Pendidikan sedini mungkin, mulai dari TK kalau perlu, dengan cara-cara yang tepat, sosialisasi dan informasi, banyak yang menjadi korban karena tidak tahu,” kata Presiden.
Tema hari Aids sedunia kali ini adalah leadership, kepemimpinan, Stop Aids dengan keteladanan dan kasih sayang. “Saya senang dengan slogan, keteladanan, dan kasih sayang. Kalau kita bisa memberi contoh dan menjadi contoh, Insya Allah kita ini semua para pemimpin di semua lini, para tokoh, orang tua semua, bisa menjadi contoh dan memberi contoh. Kemudian kasih sayang, kita berikan kasih sayang untuk generasi muda kita, untuk semua, termasuk kasih sayang bagi saudara-saudara kita yang terlanjur terkena atau terinfeksi virus HIV atau terlanjur mengidap penyakit AIDS itu, maka akan lebih baik karena akan menjadi gerakan yang efektif di negeri ini,” kata Presiden.
“Dengan segala kertebatasan yang kita miliki, kita ingin terus mengintensifkan langkah-langkah kita menanggulangi HIV /AIDS. Saya ingin keterpaduan dan sinergi yang baik, jangan masing-masing, tapi sinergis, terpadu, terkoordinasi, baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Saya sangat berharap gubernur, bupati dan walikota bersama-sama pemerintah pusat melakukan langkah-langkah yang nyata ini. Komisi Penanggulangan Aids atau KPA sendiri yang sudah kita bentuk resmi pada tahun 2006, agar lebih efektif, lebih intensif, lebih ekstensif, di dalam melakukan tugasnya,” kata Presiden lagi.
Menko Kesra sebagai pimpinan KPA nasional, kata Presiden, "Saya tugaskan dan instruksikan untuk lebih mengintensifkan langkah-langkah penanggulangan Aids secara nasional. Semua pengurus dan jajaran KPA, bersama para gubernur bupati dan walikota, saya harapkan lebih intensif dan lebih ekstensif di dalam penanggulangan Aids ini. Para pengusaha besar, termasuk perusahaan-perusahaan multinasional saya serukan untuk berkontribusi dari segi pendanaan dan sumber daya, dan yang terakhir kerjasama internasional, atensi khusus untuk daerah-daerah yang rawan terhadap HIV AIDS utamanya Papua. Saya sudah memberi instruksi kepada kedua Gubernur Papua dan Papua Barat untuk melakukan program yang sangat intensif menanggulangani HIV/AIDS di Papua. Saya juga bersedia untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional untuk menanggulangi AIDS di Papua. Waktu saya berkunjung ke Merauke, Ibu Negara bertemu langsung, berdialog, meninjau saudara-saudara yang terinfeksi HIV dan mengidap penyakit AIDS. Saya menilai memang Papua harus kita lakukan program sangat khusus dan sangat intensif untuk menyelamatkan saudara-saudara kita yang ada di provinsi itu,” kata Presiden.
“Pesan dan ajakan khusus saya, mari kita beri pelayanan yang baik adil, manusiawi dan menyeluruh, bagi yang terlanjur terinfeksi HIV dan terlanjur mengidap penyakit AIDS. Mari kita lakukan pelayanan terbaik dengan penuh kasih sayang. Mari kita lakukan kampanye besar-besaran dan terus menerus untuk kaum remaja. Mari kita hilangkan stigma dan diskriminasi yang tidak perlu bagi saudara-saudara kita yang terlanjur terkena virus HIV dan AIDS di tempat mereka bekerja. Yang penting berikan penerangan, informasi dan sosialisasi kepada semua agar mereka tidak takut dan cemas," lanjut Presiden.
Acara ini dihadiri beberapa -menteri Kabinet Indonesia Bersatu, antara lain Menteri Kesehatan Siti Fadhilah Supari, Mensesneg Hatta Rajasa, Menkominfo M.Nuh, Menhub Jusman Syafii Djamal, dan Menko Kesra Aburizal Bakrie yang juga selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Nasional. Hadir pula beberapa duta besar negara-negara sahabat, beberapa gubernur, dan perwakilan-perwakilan lembaga internasional, serta para Orang Hidup dengan HIV dan AIDS (ODHA). Pada kesempatan ini juga Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono dikukuhkan sebagai Duta Aids Indonesia. (nnf)



