Berita Utama

Sudah Ada Titik Terang Soal Adaptation Fund

Jimbaran, Bali: Ada titik terang bahwa Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim di Bali akan menghasilkan roadmap untuk menindaklanjuti Kyoto Protocol. Terutama berkaitan dengan implementasi atas hak-hak negara berkembang yang harus dipenuhi negara maju. Menneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar menjelaskan hal tersebut dalam konferensi pers, usai rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Four Seasons, Jimbaran, Senin (10/12) malam.

“Sebagian besar yang diharapkan Presiden sejak awal bisa dicapai, walaupun masih --istilahnya-- ‘garden optimism’,” kata Rachmat Witoelar. Konferensi masih berlangsung di level Senior Officers Meeting (SOM), dan proses negosiasi akan dilanjutkan oleh pejabat level lebih tinggi.

Rachmat menjelaskan, ada beberapa ”surprise”. Pertama, Konferensi Bali ini mendapat perhatian dunia. Kedua, banyak kepala negara/pemerintahan yang hadir. Ketiga, dalam konferensi ke-13 ini juga diadakan pertemuan para Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan. “Ini baru pertama kali terjadi,” ujar Rachmat, yang juga menjabat Presiden COP kali ini.

Pada dasarnya, Konferensi Bali ini untuk mengukuhkan Kyoto Protocol dan implementasinya. “Ada beberapa implementasi yang masih perlu dijabarkan, khususnya yang memberikan hak-hak negara berkembang yang disyaratkan oleh Kyoto Protocol diberikan oleh negara maju,” Rachmat menjelaskan.

Dalam pembicaraan tingkat SOM, misalnya, sudah ada kesepakatan mengenai Adaptation Fund. Yakni dana yang disepakati bersama untuk membiayai langkah-langkah negara berkembang agar mencapai adaptasi. “Dana adaptasi ini akan dikelola lewat sebuah lembaga secara lebih transparan, lebih bersahabat kepada negara-negara berkembang, dan lebih cepat dalam pelaksanaannya,” Rachmat menambahkan.

Mengenai hasil-hasil lengkap pembicaraan SOM ini kemudian dijelaskan oleh Makarim Wibisono, ketua delegasi SOM Indonesia. Menurut Makarim, hanya ada satu isu yang masih perlu pembicaraan lebih lanjut. “Yaitu mengenai masalah conservation dan carbon yang kemungkinan akan diselesaikan besok. Delegasi yang keberatan akan bertemu dengan Presiden COP. Jadi Presiden COP akan melakukan lobi mengenai hal ini,” ujar Makarim.

Secara umum, delegasi negara-negara peserta sepakat bahwa Konferensi Bali harus menghasilkan roadmap. Ada lima elemen penting dalam roadmap tersebut. Pertama, future dialogue yang bekerja dalam kerangka convention. Kedua, kesepakatan bekerja dalam kerangka ad-hoc working group. Ketiga, ada satu artikerl --artikel 9—dalam Protokol Kyoto yang menugaskan konferensi ke-13 di Bali ini mengadakan review terhadap Protokol tersebut. Keempat, dicapainya adaptation fund. Kelima, kemajuan pengurangan emisi dari deforestrasi yang gterjadi di negara berkembang.

“Jadi ini gambaran yang bisa dikatakan menggembirakan. “Finalisasi roadmap akan dilakukan di dalam pertemuan tingkat menteri 12 Desember lusa,” Makarim menjelaskan. (har)