Berita Utama
Selasa, 11 Desember 2007, 11:56:36 WIB
Pertemuan Menkue untuk Perubahan Iklim
Presiden Minta Para Menteri Keuangan Berperan Lebih Aktif
Presiden SBY membuka Pertemuan Para Menteri Keuangan untuk Perubahan Iklim di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali, Selasa (11/12) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden menjelaskan, perubahan iklim memiliki dampak cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi. “Untuk itu menteri-menteri keuangan dan pelaku pasar dapat membuat suatu keputusan penting dalam menyusun anggaran keuangan yang lebih strategis,” katanya.
Menteri keuangan, lanjut Presiden SBY, memiliki peran penting dalam mengelola peningkatan investasi, mengeluarkan kebijakan sektoral serta meningkatkan gairah pasar modal, insentif, investasi, dan mengakomodasikan kepentingan ekonomi dan masyarakat. “Untuk itu dibutuhkan kerangka kerjasama global untuk menghadapi dampak perubahan iklim dengan tindakan yang konkret dan cepat,” Presiden menambahkan.
Pada awal sambutannya, Presiden SBY menyatakan senang dapat melihat banyak menteri keuangan dari seluruh dunia berkumpul di Bali. "Ini adalah yang pertama kali ada pertemuan para menkeu terkait perubahan iklim," ujar Presiden. Pertemuan para menteri keuangan sedunia ini diikuti oleh 36 negara dan 30 lembaga keuangan internasional.
Presiden mengatakan, beberapa pihak telah memperkirakan dana sekitar 200 miliar dolar AS diperlukan untuk investasi perubahan iklim global setiap tahunnya. Sementara negara-negara berkembang memerlukan insentif dan kondisi yang kondusif agar investor mau mengembangkan teknologi bersih dan menurunkan emisi karbon. Ngara berkembang, ujar SBY, meemerlukan pendanaan di bidang adaptasi dan mitigasi.
Usai memberi sambutan Presiden berfoto bersama para peserta. Hadir mendampingi Presiden dalam acara ini, antara lain, Menkeu Sri Mulyani yang sekaligus menjadi tuan rumah pertemuan, Menko Polkam Widodo AS, Menseneg Hatta Rajasa, Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Seskab Sudi Silalahi, dan Kapolri Jenderal Sutanto. (har)



