Berita Utama

Presiden:

Kerusakan Lingkungan Akibat Hati dan Pikiran yang Kotor

Nusa Dua, Bali: Kalau hati dan pikikran bersih, tidak boros energi dan melindungi hutan, maka kerusakan bumi tidak akan terjadi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hall itu dalam sambutan pembukaan Pertemuan Lintas Agama dan Perubahan Iklim di Hotel Melia, Nusa Dua, Bali, Selasa (11/12) siang.

"Kalau hati dan pikiran kita bersih, ingin menyelamatkan bumi, tidak merusak hutan, hemat dalam penggunaan bahan bakar yang mendatangkan emisi gas rumah kaca, maka kerusakan tidak akan terjadi. Kerusakan dapat kita tekan seminimal mungkin," kata Presiden SBY.

Namun sebaliknya, lanjut Presiden, jika hati dan pikiran tidak punya kontrol, tidak bisa menahan diri, apalagi tidak melakukan langkah-langkah konkret untuk menyelamatkan bumi kita, maka yang terjadi adalah kerusakan bumi.

Presiden mengatakan, pilihan untuk menggandeng para tokoh agama dalam isu perubahan iklim adalah tepat. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa, “Kerusakan lingkungan juga diakibatkan oleh hati dan pikiran yang tidak bersih,” kata Preisden.

Karena itu, Presiden melanjutkan, menekankan kepada umat beragama untuk senantiasa berdoa, memiliki harapan yang tinggi dan langkah nyata. “Dengan cara itu, maka kehidupan dunia yang lebih baik dapat diwujudkan bersama,” SBY menambahkan.

Sebelumnya, Ketua MPR Hidayat Nurwahid dan enam tokoh agama di Indonesia memberikan pandangan mereka mengenai isu perubahan iklim ini. Keenam tokoh tersebut mewakili agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. (har)