Berita Utama

Presiden Minta Pemda Mengembangkan Panas Bumi untuk Listrik

Presiden SBY meresmikan proyek-proyek sektor ESDM di Pulau Besar, Nusa Dua, Bali, Selasa (11/12) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY meresmikan proyek-proyek sektor ESDM di Pulau Besar, Nusa Dua, Bali, Selasa (11/12) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Nusa Dua, Bali: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pemerintah daerah mengembangkan energi panas bumi guna memenuhi kebutuhan listrik daerah. Penegasan itu disampaikan Presiden pada acara Peresmian Proyek-proyek Geothermal di Pulau Besar, Nusa Dua, Bali, Selasa (11/12) siang.

“Indonesia memiliki cadangan energi panas bumi sebesar 27 ribu megawatt atau setara dengan 40 persen dari total cadangan dunia. Sementara yang digunakan baru 992 megawatt, sehingga peluang masih terbuka luas,” kata Presiden saat memberikan sambutan.

Pemerintah, lanjut Presiden SBY, telah menargetkan untuk menggunakan beragam energi pada 2025. Target penggunaan bahan bakar fosil turun menjadi 20 persen pada 2025 dari sekarang 52 persen . Sedangkan penggunaan energi panas bumi meningkat menjadi 5 persen.

Presiden menandaskan, panas bumi adalah energi yang ramah lingkungan, sehingga akan mendukung rejim perubahan iklim. Dengan mengembangkan energi panas bumi, maka Indonesia turut serta dalam upaya menyelamatkan bumi. “Energi panas bumi sejalan dengan prinsip dunia untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak guna menurunkan tingkat emisi,” Presiden menambahkan.

Sebelumnya, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, proyek-proyek yang diresmikan pada kesempatan itu, antara lain, penyerahan enam wilayah kuasa pertambangan (WKP) panas bumi dengan potensi sebesar 640 MW dan penyerahan bantuan air bersih pada daerah sulit air di 17 provinsi dan 58 kabupaten. Kemudian peresmian empat proyek PLTP dengan total investasi sebesar 326 juta dolar AS.

Selain itu, ditandatangani pula beberapa kerjasama di sector energi dan sumberdaya mineral. Yakni, penandatanganan kerjasama tentang Carbon Capture Storage (CCS) antara Departemen ESDM dengan Total E&P Indonesie, kerjasama antara Departemen ESDM dengan PT IEVB Energi Sdn Bhd serta PT Mitra Energi Buana senilai 125 juta dolar AS.

Lalu penandatanganan kerjasama PLT Sampah atau Biomass antara PT PLN Distribusi Bali dengan PT Navigate Organic Energy Indonesia serta penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement untuk PLTP Lahendong unit 2 antara PT PLN dengan IBRD-Netherlands senilai 5,5 juta dolar AS.

Usai menyaksikan acara penandatanganan kerjasama, Presiden didampingi Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro berkeliling ke stand-stand Cool Energy Exhibition. Presiden, antara lain, menyaksikan mobil dan sepeda motor dengan 80 persen berbahan bakar ethanol. Bahan bakar erthanol ini diolah oleh sebuah pabrik gula yang memproduksi tebu.

Menyertai Presiden dalam acara ini, antara lain, Menko Polkam Widodo AS, Menko Perekonomian Boediono, Menke Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, dan Kepala Bappenas Paskah Suzetta. (har)