Berita Utama

Pembukaan Konferensi PBB untuk Climate Change

"Welcome Aboard," Kata SBY

Presiden SBY bersama Sekjen PBB Ban Ki-moon dan PM Australia Kevin Rudd, pada pembukaan Konferensi P:BB untuk Perubahan Iklim di BICC, Bali, Rabu (12/12) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY bersama Sekjen PBB Ban Ki-moon dan PM Australia Kevin Rudd, pada pembukaan Konferensi P:BB untuk Perubahan Iklim di BICC, Bali, Rabu (12/12) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Nusa Dua, Bali: Presiden Susilo Bambang menghadiri Pembukaan High Level Plenary Session of the 13thCOP/3rd CMP pada Konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Perubahan Iklim di Ruang Nusa Indah, Bali International Convention Centre (BICC), Rabu (12/12) pagi. Pada peresmian tersebut hadir pula Sekjen PBB Ban Ki-moon, PM Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Republik Palau Tommy Remengesau Jr, Presiden Maladewa Maumoon Abdul Gayoom, PM Australia Kevin Rodd, dan PM Papua Nugini Micahel T.Somare.

Acara dimulai dengan mengheningkan cipta bagi para staf PBB yang menjadi korban dalam aksi teroris di Aljazair. Mengheningkan cipta dipimpin Presiden Conference of Party (COP) Rachmat Witoelar. Setelah itu Sekjen PBB Ban Kin-moon menyampaikan pidato sambutannya.

Dalam sambutannya Sekjen Ban Ki-moon menginformasikan laporan terakhir yang didapatnya dari Intergovernmental Panel on Climate Change. Laporan itu menyebutkan, bila dunia tidak segera bertindak, maka akan ada konsekuensi serius tentang perubahan iklim. "Permukaan air meningkat, banjir akan sering datang dan sulit diprediksi. Kelaparan, musnahnya populasi sepertiga tumbuhan dan hewan di planet kita," kata Ban Ki-moon. "Tetapi para ilmuwan juga menggarisbawahi jalan keluar. Kita dapat terus mengingatkan masalah tersebut dengan cara yang lebih mudah dan mempromosikan kemakmuran. Dengan menjadi kreatif kita dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sambil mempromosikan pertumbuhan ekonomi," Ban Ki-moon menjelaskan.

Sebagai tuan rumah penyelenggara acara Presiden SBY turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas penyerangan teroris yang menewaskan beberapa anggota staf PBB di Aljazair tersebut. "Kami berdoa untuk para korban dan belasungkawa kami kepada keluarga yang ditinggalkan," ujar SBY.

Selain itu SBY juga mengucapkan selamat kepada IPCC dan Al Gore yang memenangkan Nobel Prize tahun ini. Presiden juga menyampaikan selamat dan penghargaan khusus kepada pemerintah Australia yang telah meratifikasi dengan cepat Protokol Kyoto. "Welcome aboard mate," kata SBY kepada PM Kevin Rudd yang sekitar dua pekan lalu memenangkan pemilu di Australia. (osa)