Berita Utama

Presiden:

Setiap Negara Harus Menjadi Solusi

Presiden SBY menyampaikan pidato pada pembukaan Konferensi P:BB untuk Perubahan Iklim di BICC, Bali, Rabu (12/12) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan pidato pada pembukaan Konferensi P:BB untuk Perubahan Iklim di BICC, Bali, Rabu (12/12) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Nusa Dua, Bali: Setiap negara harus menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi perubahan iklim. Negara berkembang harus berbuat lebih banyak dan melanjutkan kepemimpinan mereka dalam isu ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan hal ini pada pidato pembukaan Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim, di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Rabu (12/12) pagi.

Setiap negara, ujar Presiden SBY, harus terlibat dalam kerjasama global dalam isu climate change ini. Dan bukan menjadi bagian dari masalah. Khusus kepada negara berkembang, Presiden menyerukan untuk melanjutkan kepemimpinan mereka dalam persoalan ini.

Kepada negara-negara maju, Presiden mengajak mereka untuk lebih signifikan lagi mengurangi emisi gas buang. “Dan harus lebih banyak bekerjasama dengan negara berkembang," SBY menegaskan.

Presiden mengimbau negara-negara maju untuk secara intensif membagi teknologi energi bersih pada negara berkembang. “Mereka juga harus meningkatkan aliran dana untuk mitigasi dan adaptasi di negara berkembang, karena mereka mempunyai kemampuan, sumber dana dan teknologi untuk melakukan hal ini," SBY menambahkan.

Pada bagian lain sambutannya, Presiden mengatakan bahwa perubahan iklim adalah isu yang sangat kompleks, dengan singkatan kata yang susah diingat, jargon-jargon yang bersifat teknik, dan mekanisme yang kadang bertentangan. Namun sesungguhnya, lanjut SBY, ada formula mudah untuk memecahkan masalah tersebut, yaitu mengurangi emisi dan makin banyak karbon yang diserap. “Tantangan kita adalah bagaimana menerjemahkan formula mudah ini menjadi rancangan ambisius untuk kerjasama global pada perubahan iklim," kata Presiden SBY. (osa)