Berita Utama
Rabu, 12 Desember 2007, 18:19:23 WIB
Singapura Setuju Harus Ada Bali Roadmap
Presiden SBY menerima PM Singapura Lee Hsien Loong di Hotel Four Seasons, Bali, Rabu (12/12) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Soa hubungan bilateral, kedua pemimpin sepakat bahwa hubungan Indonesia-Singapura selama ini berjalan baik. “Tahun depan PM Loong mengundang Presiden SBY untuk melakukan retreat bilateral di Singapura," ujar Dino. "Tahun depan memang giliran Singapura,” lanjutnya.
Pembicaraan lebih banyak tentang Road Map di Bali. Indonesia dan Singapura satu pandangan, bahwa pertemuan di Bali harus bisa menghasilkan roadmap. “Dan PM Loong mengatakan ia telah menginstruksikan menteri lingkungan hidupnya agar berusaha sekuat mungkin untuk bekerjasama dengan Indonesia menggolkan roadmap ini," Dino menjelaskan.
Satu kerjasama konkret yang dibahas adalah mengenai kehutanan. Kedua pemimpin gembira bahwa tahun ini tidak ada masalah asap dan kebakaran hutan, mungkin dibantu juga oleh musim hujan dan mereka sepakat bahwa akan ada kerjasama yang lebih erat.
Singapura sedang menyelesaikan kerjasama kehutanan di salah satu kabupaten di Jambi yang luasnya enam kali lipat dari Singapura, tapi akan berdampak bagi keberlangsungan hutan di kabupaten tersebut. SBY mengapresiasi hal tersebut dan juga mengapresiasi dukungan Singapura terhadap usaha Indonesia untuk menggalakkan konsep Reducting Emission form Deforestrasion and Degradation (REDD) dalam upaya besar perubahan iklim yang sekarang sedang dirancang," Dino menambahkan.
Pertemuan di Bali masih akan berlangsung dua hari lagi, negosiasi terus digeber. "Acuannya adalah lahir Bali Roadmap mengenai perundingan yang akan dimulai dengan agenda dan jadwal yang jelas," Dino menerangkan. "Kita cukup optimistik bahwa acuan ini dapat dicapai dan kita akan mengupayakan dalam dua hari ini agar hasil ini dapat dicapai."
Presiden SBY, ujar Dino, mendapat informasi bahwa negosiator kita maupun negosiator yang lain sangat serius. “Mereka sangat paham bahwa ini adalah kesempatan yang langka. Pandangan seluruh dunia ada di Bali sekarang ini dan kalau mereka tidak dapat menyelesaikan sesuatu di sini maka momentum yang langka itu akan hilang. Kita cukup optimis bahwa akan gol Bali Roadmap ini," tandasnya. (osa)



