Berita Utama

Bank Dunia Percaya Indonesia Bisa Kurangi Kemiskinan

Presiden SBY menyambut Presiden Bank Dunia Robert B.Zoellick pada acara penandatanganan MoU bantuan untuk PNPM Mandiri di Nusa Dua, Bali, Rabu (12/12) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY menyambut Presiden Bank Dunia Robert B.Zoellick pada acara penandatanganan MoU bantuan untuk PNPM Mandiri di Nusa Dua, Bali, Rabu (12/12) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Nusa Dua, Bali: Hari Rabu (12/12) siang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick menjadi saksi penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah Indonesia dan Bank Dunia di Ruang Samudra, Hotel Ayodya, Nusa Dua, Bali. Nota kesepahaman yang ditandatangani adalah tentang Fasilitas Pendukung PNPM Mandiri.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dihadiri oleh para duta besar, negara-negara donor, dan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Menurut Menko Kesra Aburizal Bakrie, PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri adalah program terbesar untuk memberantas kemiskinan di Indonesia. "Tujuan dari program ini adalah untuk menciptakan pekerjaan dan mengakselerasikan target pencapaian MDGs dengan memberdayakan masyarakat miskin di Indonesia," kata menteri yang akrab disapa Ical itu.

Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick dalam pidatonya, antara lain, mengatakan bahwa sesuatu yang spesial dari program ini adalah usaha keras pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk bangkit dari kemiskinan. "Bank dunia dan negara-negara donor senang sekali bisa membantu karena kami percaya bahwa dengan kerja keras Presiden Yudhoyono dan timnya dapat mewujudkan program tersebut," ujar Zoellick.

Diakhir acara SBY menandatangani poster simbol peluncuran laporan pencapaian Millenium Development Gevelopment Goals 2007. Saat menandatangani poster, SBY didampingi Menko Kesra Aburizal Bakrie, Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, dan Duta Besar PBB untuk Pencapain MDGs Erna Witoelar. (osa)