Berita Utama
Rabu, 12 Desember 2007, 19:07:48 WIB
SBY Bertemu Lord Nicholas Stern
Harus Ada Pengurangan Emisi Karbon 50 Persen
Jimbaran, Bali: Harus ada pengurangan emisi karbon sebesar 50 persen pada tahun 2050 untuk menghindari risiko-risiko serius dan membahayakan dari perubahan iklim. Penegasan tersebut disampaikan Lord Nicholas Stern anggota Majelis Tinggi Parlemen/Utusan Khusus Kerajaan Inggris untuk Perubahan Iklim, usai diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Four Seasons, Jiumbaran, Bali, Rabu (12/12) sore.Lord Stern mengingatkan, negara-negara maju harus mengurangi emsisi setidaknya hingga 80 persen sebagai bagian dari langkah tersebut. "Keadilan adalah penting dalam kerangka keseluruhan. Negara-negara kaya bertanggungjawab atas efek rumah kaca. "Masyarakat miskin paling menderita akibat perubahan iklim ini. Negara-negara berkembang harus menerima bantuan yang signifikan untuk pertumbuhan karbon rendah yang berkelanjutan, ditambah transfer teknologi dan finansial dari negara maju," mantan Kepala Ahli Ekonomi Bank Dunia itu menjelaskan.
Mengenai sejumlah inisiatif yang dilakukan Indonesia dalam isu kelestarian hutan dan perubahan iklim, Stern memuji kepemimpinan Presiden SBY. Menurutnya, Presiden SBY telah menunjukkan kepemimpinan yang hebat, baik secara nasional maupun internasional, dalam mengidentifikasi dan menyampaikan tantangan menghentikan kerusakan hutan. "Kelompok negara F-11 yang dibentuk Presiden Yudhoyono tahun ini memiliki peran penting untuk dimainkan," ujar Stern.
Negara-negara F-11, lanjut penulis Stern Review mengenai ekonomi perubahan iklim itu, telah memberikan dorongan baru untuk diskusi-diskusi internasional melalui komitmen mereka untuk memperlambat dan menghentikan kerusakan hutan. "Tujuannya harus memasukkan kerusakan hutan dalam kerangka global pasca 2012," Stern menegaskan.
Stern juga memuji perkembangan pembahasan dalam Konferensi PBB di Bali. Ia berharap negosiasi yang sedang dilakukan para pihak akhirnya menghasilkan sebuah kerangka yang jelas pasca Protokol Kyoto. "Akan lebih baik jika ada indikasi dari target-target ringkas, khususnya pengurangan emisi karbon sebesar 50 persen itu," Stern menambahkan.
Ketika menerima Lord Nicholas Stern, Presiden SBY didampingi Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Sutanto, Ketua Umum KADIN MS Hidayat, dan Jubir Presiden Dino Patti Djalal. (har)



