Berita Utama

SBY-Ban Ki Moon Terus Dorong Tercapainya Konsensus

Presiden SBY dan Sekjen PBB Ban Ki-moon melakukan pertemuan bilateral di Hotel Intercontinental, Nusa Dua, Bali, Kamis (13/12) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan Sekjen PBB Ban Ki-moon melakukan pertemuan bilateral di Hotel Intercontinental, Nusa Dua, Bali, Kamis (13/12) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jimbaran, Bali: Proses negosiasi antarpihak dalam Konferens PBB untuk Perubahan Iklim masih berlangsung dan alot. Untuk itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekjen PBB Ban Ki-moon sepakat terus mendorong tercapainya konsensus. Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal, menjelaskan hal itu, usai mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB, di Hotel Intercontinental, Nusa Dua, Bali, Kamis (12/12) siang.

"Sekarang negosiasi masih terus berlangsung dengan alot dan diperhatikan oleh kedua pemimpin. Baik Presiden SBY maupun Sekjen PBB sepakat mereka akan terus berupaya mendorong pihak-pihak agar konferensi ini dapat menawarkan hasil yang dinamakan Bali Roadmap," kata Dino kepada wartawan.

Kepada Sekjen PBB, Presiden SBY mengatakan akan tinggal di Bali sampai Sabtu (15/12) untuk terus menjaga proses ini sehingga dapat memperoleh hasil seperti yang diinginkan. "Hari Jumat (14/12) Sekjen PBB akan pergi menuju Timor Leste dan akan kembali lagi ke Indonesia hari Sabtu. Kita semua berharap bahwa pada waktu tersebut sudah ada hasil yang diinginkan," Dino menjelaskan.

Dalam pertemuan antara SBY dan ban Ki-moon tersebut, dibahas pula masa depan Bali Roadmap seandainya tercapai. "Di dalam Bali Roadmap ini ada tenggat sampai 2009 untuk melahirkan suatu kesepakatan multilateral yang akan menggantikan tahap pertama Kyoto Protocol 2012. "Presiden menekankan bahwa dua tahun ke depan jangan disia-siakan dan agenda diplomatik untuk dua tahun mendatang harus dijaga agar sewaktu ada di Konferensi Kopenhagen nanti benar-benar dapat menghasilkan suatu kesepakatan yang komprehensif," Dino menambahkan.

Tahun depan agenda untuk perubahan iklim cukup padat. Pada Februari akan ada diskusi di PBB, review dari Protokol Kyoto, pertemuan khusus mengenai MDGs yang berhubungan dengan perubahan iklim, dan major economic meeting yang dikoordinasi Amerika Serikat. "Baik Presiden maupun Sekjen PBB berharap pertemuan Amerika Serikat itu akan menyumbang ke arah multilateral UNFCCC," lanjutnya.

Presiden SBY menekankan perlunya semua proses ini menyumbang sesuatu yang jelas yang akan menghasilkan kesepakatan baru di Kopenhagen tahun 2009. "Mereka cukup optimis bahwa Bali Roadmap akan berhasil. Sekarang draft-nya sedang dibahas oleh para negosiator yang dipimpin Presiden COP Rachmat Witoelar," kata Dino.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral dengan Ban Ki-moon, antara lain, Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal bakri, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, dan kapolri Jenderal Sutanto. (osa)