Berita Utama

Menyelesaikan Myanmar dengan 'Proses Gambari'

Jimbaran, Bali: Peretemuan bilateral Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon juga membahas krisis di Myanmar. Presiden SBY menekankan dan mendukung agar "proses Gambari" jalan terus. Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal menjelaskan hal itu usai mendampingi Presiden dalam pertemuan di Hotel Intercontinental, Nusa Dua, Bali, Kamis (13/12) siang itu.

"Sekjen PBB juga mengatakan bahwa 'proses Gambari' akan berjalan terus dan bahkan bulan Desember ini akan ada beberapa kegiatan di PBB yang berkaitan dengan Myanmar, terutama gagasan Friends of the Secretary General of UN on Myanmar. Ini adalah kelompok negara-negara tertentu yang bekerjasama dengan Sekjen PBB mengenai masalah Myanmar," kata Dino. Gambari yang dimaksud adalah Ibrahim Gambari, Utusan Khusus PBB untuk masalah Myanmar.

Satu hal yang ditekankan kedua pemimpin adalah bahwa perlunya meningkatkan dialog di Myanmar antara pemerintah dengan oposisi. "Presiden menekankan bahwa kita mempunyai dua tujuan, yaitu terus membantu Myanmar dalam proses demokratisasi yang sekarang sudah masuk pada tahap keempat dari tujuh tahap Raodmap, tapi juga terus membantu agar Myanmar dapat terjamin persatuan nasional dan integritas wilayahnya. Kita tahu Myanmar mempunyai masalah separatis dan pemberontakan etnis," Dino menambahkan.

Kedua pemimpin juga membahas masalah Aceh. "Sekjen PBB menghargai mulusnya dan tetap majunya proses rekonsiliasi politik setelah perjanjian perdamaian di Aceh," Dino menerangkan. Pada tanggal 15 Desember, Sekjen PBB akan menjadi tamu Presiden SBY dalam Presidential Lecture dimana nanti akan ada presentasi mengenai perkembangan di Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Ban Ki-moon didampingi Penasihat Senior PBB Vijay Nambiar dan Robert Orr. Sementara Presiden SBY didampingi Menko Polhukkam Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa, Panglima TNI Djoko Suyanto dan Kapolri Jenderal Sutanto. (osa)