Berita Utama

SBY Retreat dengan Sekjen PBB dan Kepala Negara

Konsensus Harus di Bawah Payung PBB

Presiden SBY bersama Sekjen PBB dan para kepala negara/pemerintahan sesaat sebelum acara retreat di Hotel InterContinental, Bali, Kamis (13/12) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY bersama Sekjen PBB dan para kepala negara/pemerintahan sesaat sebelum acara retreat di Hotel InterContinental, Bali, Kamis (13/12) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Nusa Dua, Bali: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan retreat bersama Sekjen PBB dan lima kepala negara/pemerintahan yang mengikuti Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim, di Hotel InterContinental, Nusa Dua, Bali, Kamis (13/12) siang. Apapun konsensus yang akan dihasilkan dalam konferensi Bali ini harus dalam payung PBB. Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal, menjelaskan hal itu seusai acara retreat.

Para kepala negara/pemerintahan yang hadir dalam retreat tersebut, selain Presiden SBY, adalah Sekjen PBB Ban Ki-moon, PM Norwegia Jens Stoltenberg, PM Australia Kevin Rudd, PM Singapura Lee Hsien Loong, dan PM Papua Nugini Sir Micahel T.Somare. Pertemuan 1,5 jam itu berlangsung tertutup. .

Menurut Dino, baik Sekjen PBB maupun para kepala negara/pemerintahan yang hadir sepakat untuk membantu mendorong proses negosiasi yang sedang berlangsung di antara para pihak. “Tujuannya untuk mewujudkan Bali Roadmap. Dan itu akan terjadi dalam satu-dua hari ini,” kata Dino.

Salah satu negosiasi yang alot itu, ujar Dino, adalah menyangkut soal proses perundingan multilateral di masa depan. Apakah akan melanjutkan Protokol Kyoto atau menggunakan konsensus baru di bawah UNFCCC, atau gabungan keduanya. "Kalau pakai Kyoto Protocol, Amerika Serikat tidak ikut. Kalau Amerika tidak ikut, maka kesepakatan tidak akan efektif. Karena Amerika adalah penghasil emisi terbesar di dunia," ujarnya.

"Yang jelas, bagi Indonesia, konsensus apapun yang dihasilkan nanti harus di bawah payung PBB, dalam hal ini United Nations Framework on Climate Change (UNFCCC)," Dino mengeaskan. (har)