Berita Utama
Kamis, 13 Desember 2007, 16:29:50 WIB
SBY Menerima PM Jens Stoltenberg
Norwergia Siap Transfer Teknologi Penangkap Emisi
Presiden SBY menerima kunjungan kehormatan PM Norwegia Jens Stoltenberg di Hotel InterContinental, Bali, Kamis (13/12) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Menurut Dino, ada hal pokok dibahas dalam pertemuan SBY-Stoltenberg itu. Pertama, meningkatkan kerjasama sektor kehutanan kedua negara. Kedua, Norwegia akan membantu Indonesia dalam persoalan mengurangi emisi dari penggundulan dan kerusakan hutan - REDD (Reducing Emmissions from Deforestration and Degradation).
"Norwegia dikenal memiliki teknologi yang bagus dalam masalah hutan ini. Mereka mempunya teknologi carbon capture score (CCS), yang bisa menangkap emisi di udara lalu dimasukkan ke dalam tanah," Dino menjelaskan. Norwegia menekankan bahwa masalah kehutanan ini harus menjadi bagian integral dalam konsensus pasca Protokol Kyoto.
Dalam persoalan REDD, Norwegia telah mempunyai program Forest Carbon Partnership Facility - FCPF (Dana Kemitraan Karbon Hutan). Dana ini akan dikelola Bank Dunia, dan Indonesia masuk ke dalam program tersebut. FCPF menggunakan dua mekanisme, yaitu mekanisme kesiapan (readiness mechanism) dan mekanisme pendanaan karbon (carbon finance mechanism).
Dalam pertemuan tersebut, ujar Dino, Stoltenberg juga menceritakan bahwa Bali sangat familiar bagi ia dan keluarganya."Tahun lalu ia dan keluarganya berlibur ke Bali," Dino menambahkan.
Ketika menerima Stoltenberg, SBY didampingi Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Sutanto, dan ekonom Sjahrir. Sedangkan PM Norwegia disertai dubesnya untuk Indonesia, Djorn Blokhus. (har)



