Berita Utama

Pertemuan Presiden dengan Para Gubernur

Daerah Harus Lakukan Pengurangan Emisi

Presiden mengadakan pertemuan dengan para gubernur di Hotel Four Seasons, Jimbaran, Bali, Jumat (14/12) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden mengadakan pertemuan dengan para gubernur di Hotel Four Seasons, Jimbaran, Bali, Jumat (14/12) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jimbaran, Bali: Hari Jumat (14/12) pagi, di Hotel Four Seasons, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan pertemuan dengan para gubernur yang memiliki kawasan hutan luas. Pada saat membuka pertemuan di Hotel Four Seasons itu, Presiden mengingatkan bahwa para gubernur menjadi bagian dan bukan sekadar hadir dalam Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim yang tengah berlangsung.

Seusai pertamuan, Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng menjelaskan, tujuan pertemuan adalah agar para gubernur dan pemimpin daerah lainnya mengetahui apa yang menjadi perhatian pemerintah dalam konteks Konferensi Perubahan Iklim ini. "Dalam konferensi ini Presiden SBY bukan hanya sebagai tuan rumah, tetapi juga aktif sebagai fasilitator agar Bali Roadmap tercapai dan menjadi awal bagi pembentukan sebuah kerangka sebagai pengganti dari Kyoto Protocol," jelas Andi.

Presiden SBY ingin memastikan, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah harus mengerti betul tentang apa yang harus kita lakukan dalam konteks bagaimana kita mengurangi emisi dan menaikkan absorbsi. "Hal tersebut bisa dilakukan dengan beberapa hal, yaitu mencegah kerusakan hutan, kebakaran hutan, dan juga menanam pohon lebih banyak lagi. Beberapa gubernur juga menjelaskan langkah-langkah yang sudah mereka lakukan dan Presiden menjelaskan lagi tentang proses negosiasi yang tengah berlangsung dalam konferensi itu. Ada diskusi-diskusi menarik antara Presiden dengan para Gubernur dan menteri-menteri," Andi menambahkan.

Bagi kita, lanjut Andi, Konferensi Perubahan Iklim ini adalah masalah hidup-mati negara kepulauan seperti Indonesia. "Meskipun Indonesia bukan negara kepulauan seperti Palau atau Maladewa yang sangat rendah tekstur tanahnya, namun kalau tidak ada konsensus baru sebagai pengganti Protokol Kyoto maka bisa dipastikan sebagian dari pulau-pulau kita juga pasti akan terendam dan garis pantai kita juga akan naik menjorok ke daratan, dan memperkecil wilayah darat kita," Andi menerangkan.

"Apa yang disampaikan Presiden disambut antusias para Gubernur. Mereka nantinya juga akan menyosialisasikan hal ini kepada jajaran pemerintah daerah setempat," ujar Andi.

Andi mengingatkan bahwa kita jangan menganggap bahwa yang harus dilakukan pada konferensi ini adalah sesuatu yang final. "Ini adalah awal dari serangkaian perundingan lainnya yang akan berlangsung tahun depan di Warsawa dan Kopenhagen. Bali Roadmap adalah kerangka menuju post Protokol Kyoto," ujar Andi.

"Mari sambut apa yang dilakukan pemerintah pusat. Mari pelihara hutan kita, mari kita kurangi emisi dan meningkatkan absorbsi karbon," seru Andi. "Presiden juga memerintahkan agar semua hasil dari konferensi ini dapat dibagikan kepada semua jajaran pemerintah daerah agar mereka semua mengerti apa yang kita lakukan pada konferensi ini," kata Andi.

Ada tujuh Gubernur, tiga Wakil Gubernur, dan satu Kepala Dinas Kehutanan dari Kalimantan Timur yang hadir dalam pertemuan ntersebut. Para Gubernur adalah Gubernur Papua, Papua Barat, Bali, Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, dan Kalimantan Selatan. Sedangkam Wakil Gubernur dari Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut, antara lain, Menko Polhukkan Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Kehutanan M.S. Kaban, dan Mendagri Mardiyanto. (osa)