Berita Utama

Soal Merumuskan Kata pada Satu-Dua Isu

Nusa Dua, Bali: Sesungguhnya banyak hal telah dicapai dalam proses negosiasi di Konferensi Perubahan Iklim. Tapi masih ada satu-dua isu yang belum terselesaikan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan hal itu, usai bertemu Presiden COP ke-13 Rachmat Witoelar dan Executive Secretary UNFCCC Yvo de Boer, di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, pada Sabtu (15/12) sekitar pukul 03.00 WITA.

“Saya datang menemui Presiden COP dan Executive Secretary untuk memberi semangat soal penyelesaian satu-dua isu itu,” kata Presiden SBY kepada wartawan. Satu-dua isu ini masih akan dilanjutkan pembahasannya dan pagi nanti dibawa ke sidang pleno yang akan dipimpin oleh Rachmat Witoelar, yang juga Menteri Lingkungan Hidup.

Satu-dua isu yang masih tersisa tersebut, lanjut Presiden, lebih banyak berkait pada soal rumusan kata-katanya. “Karena kata-kata itu sendiri membawa konsekuensi dan memerlukan implementasi.“ SBY menjelaskan. “Insya Allah pagi nanti akan ada kabar baik, bahwa sau-dua isu ini betul-betul bisa diselesaikan.”

Sebagai tuan rumah, Presiden SBY ingin memberikan semangat kepada pemimpin-pemimpin konferensi untuk berbuat apa yang bisa kita buat. “Karena terus terang mata dunia tertuju pada konferensi ini. Dan bagi kita, ini sudah menjadi kewajiban moral, moral obligations, moral responsibility, dari kiita semua untuk mencapai suatu hasil,” Presiden menambahkan.

“Kepada seluruh rakyat Indonesia, saya ingin mengatakan bahwa dalam rangkaian negosiasi dan pertemuan yang panjang ini, sesungguhnya telah dicapai banyak sekali kesepakatan yang belum pernah dicapai dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya,” ujar Presiden. (har)