Berita Utama

Presiden: Tanpa Roadmap Kita Tidak Akan Capai Tujuan

Presiden SBY bersama Sekjen PBB, Ban Ki-moon,  di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, hari Sabtu (15/12) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY bersama Sekjen PBB, Ban Ki-moon, di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, hari Sabtu (15/12) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Nusa Dua, Bali: Konferensi Internasional tentang Perubahan Iklim yang seharusnya berakhir hari Jumat (14/12), masih berlangsung dengan alot hingga hari ini. Sabtu (15/12) siang setelah melakukan beberapa perundingan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri Sidang Pleno Spesial dari COP13/CMP 3 di Hotel Westin, Nusa Dua.

Pada sidang yang dihadiri pula oleh Sekjen PBB Ban Ki-Moon dan Presiden COP Rachmat Witoelar, SBY menekankan bahwa konferensi ini harus menghasilkan Bali Roadmap yang akan menjadi pemandu efektif dalam hal yang lebih kongkrit untuk mendapatkan kesepakatan di Copenhagen. "Ini berarti aksi yang kongkrit, sumber yang kongkrit, dan jadwal yang kongkrit. Tanpa roadmap yang efektif kita, tidak akan dapat mencapai tujuan seperti yang dibayangkan bersama," ujar SBY kepada seluruh delegasi peserta konferensi.

"Di hadapan kita banyak keputusan yang harus dibuat. Ada beberapa pilihan kata yang harus anda pilih secara tepat, dan saya percaya Anda yang memilihnya secara bijak. Sekarang saatnya kita mempertimbangkan sesuatu dengan hati-hati, dan keluar dengan kesepakatan," lanjut SBY. "Hal paling buruk bisa terjadi pada proyek besar untuk kelangsungan mahluk hidup dan untuk bumi kita karena kita tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat," lanjutnya.

Kita semua menyambut baik prinsip 'kesamaan dan perbedaan tanggungjawab', tetapi ini berarti negara maju dan negara berkembang harus melakukan sesuatu yang lebih berdasarkan kemampuan mereka. "Saya percaya bahwa pemilihan kata pada teks yang anda pertimbangkan sudah mengarahkan kami kearah yang tepat," SBY meyakinkan.

"Seluruh dunia melihat kita sekarang. Sejarah akan menghakimi kita hari esok. Generasi masa depan akan mengingat, apakah kita mempergunakan kesempatan ini atau membiarkannya lepas dari tangan kita. Ini saatnya kita berpikir keluar dari kotak. Kita tidak boleh gagal demi masa depan generasi penerus kita," seru SBY.

Menurut SBY, ada tiga hal yang dapat mensukseskan atau menggagalkan konferensi ini. Semangat untuk bekerjasama, komitmen yang kuat, dan fleksibilitas. "Bila ketiganya kita gabungkan maka kita akan berhasil. Dunia sedang menanti dengan cemas. Dunia melihat kita. Saya mohon kepada anda, jangan biarkan mereka kecewa," tandas SBY. Seluruh delegasipun berdiri dan memberikan tepuk tangannya pada SBY yang telah memberikan mereka semangat untuk menghasilkan sesuati pada konferensi ini. (osa)