Berita Utama
Sabtu, 15 Desember 2007, 18:32:30 WIB
Bali Roadmap Disahkan, AS Akhirnya Turut Serta
Nusa Dua, Bali: Akhirnya Bali Roadmap disahkan, dan Amerika Serikat akhirnya ikut dalam gerbong negara-negara yang menyetujui kerangka untuk melangkah ke depan itu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal itu dalam keterangan pers di Hotel Westin, Sabtu (15/12) siang, menjelang kembali ke Jakarta.Banyak capaian kia dapatkan dari Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim ini, kata Presiden SBY. Antara lain, "Baru pertama kali hampir seluruh negara masuk ke dalam satu gerbong yang sama. Bali Roadmap telah disetujui oleh para delegasi," Preaisen menjelaskan.
Amerika Serikat yang sejak awal menanggapi kritis draft "Jalan Bali" ini, bahkan mengajukan proposal sendiri, akhirnya menyatakan setuju. "Amerika Serikat ikut dalam barisan melangkah ke depan. Ini belum pernah terjadi sebelumnya," Presiden menambahkan.
Bali Roadmap ini akan menjadi basis sebuah kerangka untuk melanjutkan ke proses perundingan dalam konferensi di Warsawa (2008) dan Kopenhagen (2009). Sebagaimana diamanatkan dalam Konferensi Perubahan Iklim di markas PBB, September lalu, konferensi Bali harus melahirkan terobosan baru pasca Protokolo Kyoto 2012.
Pada bagian awal keterangan persnya, Presiden SBY mengucapkan terimakasih kepada seluruh delegasi Indonesia atas kerja keras mereka sehingga konferensi ini menghasilkan sesuatu yang memang diharapkan dunia. Proses negosiasi yang alot sampai detik-detik terakhir, tetapi delegasi Indonesia yang dimotori Menlu Hassa Wirajuda dan Ketua COP ke-13 Rachmat Witoelar tetap memperlihatkan semangat mereka.
"Negosiasi selalu tidak mudah. Pada banyak konferensi semacam ini di negara-negara lain bahkan terjadi jalan buntu (deadlock) karena adanya kepentingan-kepentingan yang bertabrakan," ujar Presiden.
SBY menyadari pada awal-awal menghadapi sikap skeptis, bahkan dari media di Indonesia, yang menyebut konferensi Bali terancam deadlock. Dan ini merupakan cermin ketidakpercayaan internasional terhadap Presiden SBY pribadi. Itu tidak benar, terbukti konferensi ini menghasilkan banyak capaian yang tak pernah terjadi dalam konferensi-konfere nsi sejenis sebelumnya.
Capaian-capaian lain tersebut, antara lain, reforestasi yang tak banyak disebut-sebut dalam Protokol Kyoto, pada Bali Roadmap masalah ini menjadi penting. Kemudian masalah alih teknologi makin jelas formulasinya dan dana adaptasi (adaptation fund). Semua itu dapat dirumuskan lebih gamblang, lebih jelas. "Negara maju harus berbuat lebih banyak sesuai kapabilitasnya, demikian juga dengan negara-negara berkembang, apa yang harus dilakukan, kapan, dan bagaimana. Semua jelas," Presiden menuturkan.
Presiden menegaskan, nilai capaian yang lebih penting sesungguhnya bukan pada apa yang terkandung dalam teks itu. "Tapi bahwa semua negara masuk ke dalam satu gerbong satu gerbong ke masa depan dengan kerangka yang jelas untuk mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim," Presiden menegaskan.
Turut mendampingi Presiden dalam konperensi pers ini, antara lain, Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Hatta Rajasa, dan Seskab Sudi Silalahi. (har)



