Berita Utama
Sabtu, 15 Desember 2007, 19:43:34 WIB
Apa Keuntungan Bagi Indonesia?
Nusa Dua, Bali: Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim berhasil menyetujui Bali Roadmap. Ini sebuah capaian luar biasa. Lalu apa yang didapat Indonesia? "Ada dua sasaran kembar kita," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bagian lain keterangan persnya, di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Sabtu (15/12).Pertama, lanjut Presien, peran Indonesia sebagai tuan rumah telah tercapai, diakui, dan dihargai dunia. "Kedua, Konferensi Bali memang tidak menegosiasikan sasaran-sasaran bilateral. Tapi bagaimanapun dari kerangka baru ini (Bali Roadmap) ada sebuah kerangka untuk melakukan pembangunan berkelanjujtan, untuk terus mengurangi kemiskinan, pengangguran, kelestarian hutan, dan lain-lain," Presiden menambahkan.
Lalu masalah REDD (Reducing Emissions from Deforestatrion and Degradation) atau pengurangan emisi dari penggundulan dan kerusakan hutan, mendapat tempat yang bagus. Norwegia telah memberikan komitmen bantuan kepada Indonesia dalam kerangka REDD ini.
Dalam kerangka REDD ini, Inggris siap membantu Indonesia mengucurkan dana sekitar 30 juta dolar AS melalui Forest Carbon Partnership Facility (FCPF). Pada tahun ini, Inggris telah memberikan 500 ribu dolar AS unuk mendukung Indonesia Forest Climate Alliance. Capaian lain, saat melakukan retreat dengan sejumlah kepala negara/pemerintahan dan Sekjen PBB sehari sebelum penutupan konferensi, Australia menyatakan komitmennya melakukan kerjasama reboisasi dengan Indonesia.
Dengan REDD, kata Presiden, tejadi mekaisme yang adil. Negara hutan hujan tropis melestarikan hutannya agar dapat meyerap emisi karbon dari negara maju. Sebaliknya, negara maju memberikan dana dan trasnfer teknologi kepada negara berkembang. "Ada hitungan ekonominya, lalu ada transfer teknologi. Kita mendapat untung dari pengaturan reforestrasi ini," SBY menjelaskan.
Bersamaan dengan penyelenggaraan Konferensi Perubahan Iklim ini, Indonesia melakukan penandatanganan kerjasama program pengembangan panas bumi (geothermal). Program ini merupakan program clean energy. Indonesia adalah pemilik 40 persen cadangan panas bumi dunia.
Di Konferensi Bali ini pula, baru pertama kali diselenggarakan pertemuan para menteri keuangan, juga pertemuan para menteri perdagangan. (har)



