Berita Utama

Puncak Peringatan Hari Ibu ke-79

Perempuan Jelas Bukan Hanya Pelengkap

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono serta Wapres Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, pada hari Selasa (18/12) pagi, menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Ibu ke-79 di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Kedatangan SBY disambut oleh Menneg Pemberdayaan Perempuan Perempuan Meuthia Hatta serta Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 1.200 tamu undangan tersebut diawali dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Meuthia Hatta, dilanjutkan pembacaan Pancasila oleh Dharma Wanita Persatuan, Pembukaan UUD 1945 oleh Tim Penggerak PKK Pusat serta pembacaan Sejarah Singkat Hari Ibu oleh Kowani.

Tema peringatan kali ini adalah "Dengan Semangat Hari Ibu ke-79, Kita Tingkatkan Persatuan, Etos Kerja dan Produktivitas Perempuan untuk Menanggulangi Kemiskinan dan Ketertinggalan Guna Mewujudkan Rakyat Indonesia yang Sejahtera". Menurut Ketua Umum Panitia Penyelenggara Ratna Sinarsari Djoko Suyanto, tema itu dilatarbelakangi oleh keprihatinan yang mendalam atas berbagai bencana alam di sebagian wilayah tanah air yang berakibat pada timbulnya banyak penderitaan, terutama dialami kaum perempuan dan anak-anak.

"Juga masih tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga serta berbagai kasus perdagangan perempuan dan anak yang perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak. adanya anak-anak generasi penerus bangsa yang putus sekolah dan bahkan tidak sempat mengenyam pendidikan layak, selain masih ada saudara-saudara kita yang masih berada di bawah garis kemiskinan," kata Ratna dalam laporannya.

Acara disusul dengan penyerahan Anugerah Parahita Ekapraya secara simbolis oleh Presiden SBY. Prahita Ekapraya merupakan penghargaan kepada pemerintah daerah yang peduli pada keselamatan dan kesejahteraan dalam konteks kebersamaan antara perempuan dan laki-laki. Mereka yang menerima penghargaan, antara lain, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur Jawa Timur, Gubernur Lampung, Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sulawesi Utara, Gubernur Maluku. Pada tingkat kabupaten/kota, penghargaan ini diberikan kepada, antara lain, Bupati Brebes, Lampung Selatan, Wonosobo, Sragen, Probolinggo, Temanggung, Tulungagung, Grobogan, Rembang, dan Walikota Magelang.

Prahita Ekapraya diberikan untuk mendorong program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui strategi pengarusutamaan gender. Selain itu mendorong prakarsa aktif dan menumbuhkan komitmen pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan, program dan kegiatan yang responsif gender.

Dengan adanya acara peringatan ini, Presiden SBY berharap agar kaum perempuan Indonesia dapat meningkatkan karya dan pengabdiannya lebih besar dan lebih tinggi untuk rakyat Indonesia. "Kaum perempuan jelas bukan hanya pelengkap dalam negeri ini, tetapi juga merupakan pemeran utama dalam memajukan kehidupan bernegara ini," ujar Presiden SBY.

Ada empat agenda yang menjadi fokus pemerintah mengenai perempuan. Yakni, perlindungan dari kekerasan, kejahatan dan tindakan yang ekstrim. Kemudian, peningkatan kualitas hidup perempuan sesuai dengan indeks pembangunan manusia. Lalu memajukan dan mengembangkan kaum perempuan di segala bidang, baik politik, ekonomi maupun sosial. Serta memastikan bahwa tatanan kehidupan UU dan peraturan lainnya harus adil, tidak bias jender, dan tidak diskriminatif.

Turut hadir mendampingi Presiden, antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkes Siti Fadhillah Soepari, serta dua Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (mit)