Berita Utama
Selasa, 18 Desember 2007, 13:34:22 WIB
SBY:
Garuda Harus Mengepakkan Kedua Sayapnya
Jakarta: Indonesia ibarat Burung Garuda, apabila ingin terbang tinggi harus mengepakkan kedua sayapnya. Sama halnya dengan Indonesia, apabila ingin maju, laki-laki dan perempuan harus bersatu padu untuk membangun bangsa. Hal tersebut dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato pengarahannya pada acara Puncak Peringatan Hari Ibu ke-79, di Sasono Langen Budoyo, TMII, Selasa (18/12) pagi.Pemerintah, ujar Presiden, memiliki kepentingan untuk memberdayakan dan meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak-anak. “Saya melihat, perempuan Indonesia merupakan potensi dan aset yang luar biasa. Perempuan adalah aset, modal yang tidak ternilai harganya yang tidak boleh disia-siakan. Jumlahnya 50 persen dari penduduk, mungkin lebih. Perempuan berkarakter tekun, rajin, dan jujur dalam pekerjaan. Perempuan memiliki naluri untuk menaburkan kasih sayang, untuk menanam, membangun, dan bukan merusak,” kata Presiden. “Tapi tidak boleh terlalu GR,” canda Presiden diiringi gelak tawa ibu-ibu. “Watak seperti ini nantinya akan mampu menjadi aset penting untuk tingkatkan bangsa dan negara,” lanjutnya.
Menurut Presiden, perempuan jangan hanya menggantungkan pada pihak lain. Perempuan sendiri bisa melakukan upaya pengembangan diri (self development). Oleh karena itu perempuan harus mengembangkan self respect (menghormati diri sendiri), self confident (yakin pada diri sendiri), self reliance (mandiri), dan self improvement (mengembangkan diri). "Saya yakin, semua masyarakat yang ada di Indonesia ingin melindungi dan memberdayakan kaum perempuana, namun kaum perempuan harus bisa mengembangkan dirinya sendiri,” tegas Presiden.
Di dalam acara ini turut hadir Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkes Siti Fadhillah Soepari, serta dua Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Juga hadir para tokoh perempuan, LSM perempuan, serta beberapa Dubes negara sahabat. (mit)



