Berita Utama
Selasa, 18 Desember 2007, 13:50:19 WIB
Tingkat Kemiskinan Indonesia 16,5 Persen, Bukan 49,5 Persen
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengklarifikasi berita tidak akurat mengenai tingkat kemiskinan di Indonesia yang banyak disuguhkan media massa. Dijelaskan oleh Presiden SBy bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia pada tahun 2007 adalah 16,5 persen, bukan 49,5 persen. Hal tersebut dikatakan Presiden pada bagian lain pidato pengarahannya dalam acara Puncak Peringatan Hari Ibu ke-79, di Sasono Langen Budoyo, TMII, Selasa (18/12) pagi."Angka 49,5 persen tersebut berasal dari World Bank yang tidak pernah dipakai oleh pemerintah Indonesia sebagai patokan karena mereka menggunakan cara penghitungan yang berbeda," kata SBY. "Indonesia hanya merujuk hasil Badan Pusat Statistik (BPS) yang untuk tahun ini menyatakan bahwa jumlah rakyat miskin di Indonesia sebesar 16,5 persen."
Dengan angka 16,5 persen tersebut, lanjut SBY, berarti satu dari enam orang Indonesia masih tergolong miskin. Tetapi hal tersbut lebih baik dibanding tahun 1998 hingga 2004, dimana tingkat kemiskinannya sebesar 24 persen. Yang berarti satu dari empat orang Indonesia masih tergolong miskin. "Pada tahun 2005, angka kemiskinan mencapai 15,9 persen. Lalu 2006 naik sedikit akibat krisis minyak dan 2007 turun lagi," SBY menjelaskan.
Presiden menambahkan, angka rujukan hasil BPS tersebut juga cenderung turun dari tahun ke tahun. Terlebih lagi bila dibandingkan dengan angka dari tahun 1998 hingga 2004.
Meskipun kemiskinan di Indonesia menurun dari tahun ke tahun, ujar Presiden, namun jumlahnya tetaplah banyak. Oleh karena itu, dalam peringatan Puncak Hari Ibu ke-79 ini, Presiden SBY berpesan kepada seluruh kaum perempuan di tanah air untuk selalu mendukung serta aktif dalam mensukseskan program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan.
Pada acara yang bertemakan "Dengan Semangat Hari Ibu ke-79, Kita Tingkatkan Persatuan, Etos Kerja dan Produktivitas Perempuan untuk Menanggulangi Kemiskinan dan Ketertinggalan Guna Mewujudkan Rakyat Indonesia yang Sejahtera" itu turut pula hadir Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkes Siti Fadhillah Soepari, serta dua Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Juga hadir para tokoh perempuan, LSM perempuan, serta beberapa Dubes negara sahabat. (mit)



