Berita Utama

SBY pada Peringatan HKSN

Semangat Rela Berkurban Wujud Kesetiakawanan Sosial

Presiden SBY memukul perkusi saat membuka acara peringatan HKSN di Lapangan Merdeka, Medan, Rabu (19/12) pagi. (foto:muchlis/presidensby.info)
Presiden SBY memukul perkusi saat membuka acara peringatan HKSN di Lapangan Merdeka, Medan, Rabu (19/12) pagi. (foto:muchlis/presidensby.info)
Medan: Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 2007 berdekatan dengan Idul Adha 1428 H. "Idul Adha mempunyai makna semangat rela berkurban dan kesetiakawanan sosial," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan peringatan HKSN di Lapangan Merdeka, Medan, Rabu (19/12) pagi.

Dalam perjalanan dari Pangkalan TNI-AU menuju tempat acara, sepanjang jalan puluhan ribu masyarakat menyambut kedatangan Presiden SBY dan Ibu Ani. Mereka adalah para pelajar, warga, dan para pemuda yang berjajar di kiri-kanan jalan. Acara peringatan HKSN diawali persembahan lagu Rinduku Padamu ciptaan SBY yang dibawakan grup musik Ocean Pacific.

Dalam sambutannya Presiden mengatakan baik Idul Adha maupun HKSN memiliki semangat yang sama. "Umat Islam menyembelih hewan kurban selain wujud kepedulian terhadap perintah Allah SWT, juga merupakan wujud dari kesalehan sosial. Islam memerintahkan umatnya untuk menyantuni fakir miskin, memberi infak kepada kaum dhuafa, serta memelihara anak yatim. Semuanya itu merupakan kesetiakawanan sosial yang patut kita amalkan," kata SBY yang mengenakan batik seragam HKSN warna biru, senada yang dikenakan Ibu Ani.

Presiden juga yakin nilai dan ajaran ini kesetiakawan sosial juga ditemukan pada agama-agama lain. HKSN tahun ini bertemakan 'Kesetiakawanan Sosial Mewujudkan Masyarakat Sejahtera'. Peringatan HKSN tahun ini, ujar Presiden, juga menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya saling menyayangi, berbagi dan membangun solidaritas terhadap sesama warga bangsa. "Tanpa membeda-bedakan suku, agama, latar belakang, profesi, pendidikan dan identitas-identitas lainnya. Selain itu, peringatan HKSN juga dapat menggelorakan 'Tiada Hari Tanpa Kesetiakawana Sosial', no day without solidarity," SBY menandaskan.

Sebelumnya, Ketua Peringatan HKSN 2007 Bambang W. Soeharto menyampaikan bahwa berbagai rangkaian kegiatan telah dilaksankan menjelang puncak HKSN. Pada Oktober 2007, bekerjasama dengan Depsos mengadakan pengobatan gratis. Lalu pada Desember ini mengadakan donor darah, gerak jalan, dan pemberdayaan masyarakat miskin di 33 provinsi. Sementara di Medan diadakan operasi bibir sumbing, sunatan massal, pembangunan 1000 rumah murah, dan penanaman 4 ribu pohon. "Semua ini adalah menindaklanjuti pengarahan Presiden terhadap gerakan HKSN," ujar Bambang.

Gubernur Sumut Rudolf Pardede mengatakan, kehadiran SBY ke Medan kali ini adalah yang ke-14 kali. "Ini pertanda Presiden SBY sangat mencintai masyarakata Medan, begitu pula sebaliknya masyarakat Medan juga mencintai Presiden SBY. Hhal ini bisa kita buktikan tumpah ruahnya warga medan di jalan-jalan, ingin melhat langsung Presiden," kata Rudolf Pardede.

Pada acara ini, Presiden SBY menganugerahkan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada 4 orang perwakilan, dan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun, 20 Tahun, 30 Tahun kepada 3 orang perwkilan serta bantuan 100 unit kursi roda. Peringatan HKSN ditandai dengan pemukulan Gondang Sembilan oleh Presiden, dilanjutkan penandatanganan Sampul Peringatan HKSN 2007. SBY dan Ibu Ani juga melakukan penanaman pohon di halaman Lapangan Merdeka, dilanjutkan peninjauan rumah murah contoh dan pameran pembangunan kesejahteraan. (win)