Berita Utama

Menguji Kesiapan Masyarakat dan Aparat Mengantisipasi Bencana

Cilegon: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu (26/12) pagi, atau tepat tiga tahun terjadinya bencana besar tsunami Aceh 26 Desember 2004, berada di Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon untuk menyaksikan Peragaan dan Simulasi Penanganan Pasca Tsunami di Provinsi Banten. Tampak pula Menristek Kusmayanto Kadiman, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Ketua DPRD dan anggota Muspida provinsi Banten.

Sebelum menyaksikan Peragaan dan Simulasi Penanganan Pasca Tsunami, Presiden menerima pemaparan Menristek mengenai Pelatihan Kesiap-siagaan Menghadapi Tsunami (Tsunami Drill). Menurut Menristek, kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, kewaspadaan serta kesiapsiagaan masyarakat, aparat pemerintah dalam menghadapi bencana alam. Tsunami Drill semacam ini pernah diselenggarakan di Padang pada tahun 2005 serta di Denpasar, Bali pada tahun 2006. Kali ini Pelatihan Kesiap-siagaan Menghadapi Tsunami (Tsunami Drill) tersebut dilaksanakan di Pantai Lapangan PT. Selago, Ciwandan, Cilegon, Banten.

Di dalam Tsunami Drill, alat yang digunakan oleh provinsi Banten adalah INA-Tews (Tsunami Early Warning System) yang sudah dapat mengetahui potensi bencana tsunami dalam kurun waktu 5 menit setelah kejadian gempa. Dijelaskan oleh Menristek, secara keseluruhan, Ina TEWS ini akan diluncurkan pada tanggal 12 November 2008 di seluruh provinsi di Indonesia.

Presiden SBY berpesan kepada Menristek serta seluruh jajaran yang terkait untuk mengadakan simulasi dengan skenario yang lebih menyerupai proses evakuasi aktual, sehingga masyarakat dan petugas lebih siap menghadapi bencana.

Diingatkan juga oleh SBY bahwa untuk daerah-daerah yang tidak memiliki dataran tinggi, diharuskan untuk meninggikan dataran yang akan digunakan sebagai daerah evakuasi. SBY juga berharap BMG untuk memberikan informasi aktual dan cepat kepada seluruh pejabat-pejabat terkait, Gubernur, Bupati dan lainnya agar mereka dapat dengan cepat menyebarkan informasi mengenai datangnya bencana kepada masyarakat. Namun, SBY juga berharap adanya hukuman yang tegas kepada pihak-pihak yang memberikan informasi palsu mengenai datangnya bencana kepada masyarakat.

SBY juga menyarankan agar pelatihan mengenai penanggulangan bencana tsunami diberikan kepada para pelajar. Karena, dengan memberikan pelatihan dan pengetahuan kepada para pelajar, maka informasi yang disampaikan kepada mereka dapat mudah tersebar kepada seluruh anggota keluarganya, kata Presiden.

Usai simulasi proses evakuasi, Presiden SBY menyaksikan Peragaan dan Simulasi Penanganan Pasca Tsunami antara lain Proses Tagging dan Dekontaminasi oleh NUBIKA Angkatan Darat untuk melakukan dekontaminasi kepada korban-korban yang terkena kontaminasi limbah pabrik, ketika bencana tsunami berlangsung. Juga Land Clearing oleh Pokgas Rehabilitasi Rekonstruksi, Proses Triage oleh Pokgas Kesehatan yang dilaksanakan di Kawasan Industri Ciwandan, Cilegon, dilanjutkan dengan peninjauan Tenda Poskotis Tim Aju, Dapur Umum, Trauma Relief serta Tenda Pengungsi yang dipandu oleh Camp Management Dr. Arriada dan Sekretaris Daerah Kota Cilegon. Setelah menyaksikan Peragaan dan Simulasi Penanganan Pasca Tsunami selama kurang lebih 45 menit, Presiden beserta rombongan langsung menuju Lapangan Sepakbola Panca Puri untuk melakukan penanaman pohon.

Ikut dalam rombongan Presiden dalam kunjungan kerjanya ke Banten ini antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Mendagri Mardiyanto, Menhub Djusman Sjafii Djamal, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menkes Siti Fadhillah Soepari, Seskab Sudi Silalahi serta dua Jubir Kepresidenan, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (mit)