Berita Utama

Presiden pada Tsunami Drill di Banten:

Pemimpin Selalu Mengutamakan Rakyatnya

Cilegon: Pelatihan menghadapi tsunami atau Tsunami Drill sangat diperlukan, karena apabila latihan ini dilaksanakan, semua pihak tahu bagaimana caranya menyelamatkan diri dengan cara yang terbaik apabila ada bencana tsunami. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya, pada acara Peragaan dan Simulasi Penanganan Pasca Tsunami di Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten, hari Rabu (26/12) pagi.

Kepada seluruh masyarakat, Presiden berpesan agar mereka tidak panik, dan tetap tenang apabila suatu saat nanti terjadi bencana Tsunami. "Karena sudah diberitahu dan diajarkan langkah-langkahnya apabila ada Tsunami, maka masyarakat diharapkan untuk tidak panik dan tetap mengikuti cara-cara untuk menyelamatkan diri," kata Presiden.

Kepada seluruh pemimpin daerah beserta jajarannya, SBY mengharapkan mereka untuk tetap membimbing dan mendahulukan keselamatan rakyatnya ketika dilanda bencana. "Pemimpin harus mengutamakan rakyatnya, jangan lari sendiri-sendiri. Ada di beberapa daerah yang begitu. Itu salah, dosanya besar," tegas SBY. Pemimpin, lanjut SBY, harus berani mengambil resiko dan selalu mengutamakan keselamatan rakyatnya.Oleh karena itu, keterlibatan pemimpin di lapangan sangatlah penting.

Kepada para petugas kesehatan, PMI, dan semua yang terlibat dalam penyelamatan korban bencana, SBY berharap mereka mampu melaksanakan tugasnya dengan lebih terampil dan cekatan. "Jangan sampai korban berjatuhan karena tidak cepat atasi keadaan. Semua harus terampil, cepat, Jangan lambat, jangan klemar klemer, jangan tidak profesional," tegas SBY.

Tampak hadir dalam rombongan Kepresidenan antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Mendagri Mardiyanto, Menhub Djusman Sjafii Djamal, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menkes Siti Fadhillah Soepari, Seskab Sudi Silalahi serta dua Jubir Kepresidenan, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (mit)