Berita Utama
Kamis, 27 Desember 2007, 21:56:48 WIB
Perayaan Natal Nasional 2007
Tunjukkan Semangat Solidaritas dan Kesetiakawanan
Jakarta: Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, hari Kamis (27/12) malam menghadiri Perayaan Natal Nasional Tahun 2007, di Jakarta Convention Centre. Turut hadir para menteri Kabinet Indonesia Bersatu, pimpinan lembaga tinggi negara, Duta Besar negara-negara sahabat, dan para tokoh agama Islam, Hindu dan Budha, bersama umat Kristiani.Perayaan Natal Nasional kali ini bertema Hiduplah dengan Bijaksana, Adil dan Beribadah, dengan sub tema Kebersamaan dalam Mewujudkan Cita-Cita dan Harapan Bangsa.
Mari Elka Pangestu selaku Ketua Panitia Natal Nasional 2007 mengatakan, sebelumnya pada bulan Desember 2007 ini, telah dilakukan Bakti Sosial di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. "Disamping program bakti sosial berupa pembagian sembako dan pelayanan kesehatan yang merupakan bagian dari perayaan Natal dari tahun ke tahun, kali ini sebagai bentuk nyata kepedulian umat Kristiani akan pentingnya penghijauan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. "Kami terlibat secara aktif mendukung kegiatan penanaman pohon oleh pemerintah, termasuk program yang dicanangkan Ibu Negara untuk penanaman dan pemeliharaan 10 juta pohon oleh kaum perempuan," kata Mari Elka. "Tanggal 9 Desember 2007, kami secara serempak telah melakukan penanaman 50.000 pohon di dua lokasi, yaitu di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Loop Jatiasih Bekasi, dan tol Purbaleunyi Purwakarta," tambahnya.
Pesan Natal disampaikan Mgr.Martinus D.Situmorang,OFM Cap, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, dan doa syafaat oleh Pdt.Dr.Andreas A.Yewangi, diiringi lagu Little Drummer Boy oleh Samuel.
Dalam sambutannya Presiden SBY mengingatkan bahwa di tengah-tengah sukacita umat Kristiani merayakan Natal tahun ini, di beberapa wilayah di tanah air telah terjadi bencana alam banjir dan longsor. "Musibah ini tidak hanya merusak sarana dan prasarana kehidupan tetapi juga telah menelan korban jiwa. Di tengah suasana keprihatinan yang mendalam, saya ingin mengajak saudara-saudara yang ditimpa bencana alam dan musibah untuk selalu tegar dan bersabar seraya senantiasa berdoa pada Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga dengan pertolongan-Nya di hari- hari mendatang saudara semua berada dalam keadaan yang lebih baik," kata Presiden.
"Dalam kesempatan yang penting ini pula saya mengajak umat Kristiani dan juga saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk kembali membantu meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita yang mengalami musibah itu. Marilah kita tunjukkan apa yang telah kita kerjakan secara nyata selama ini, yaitu semangat solidaritas dan kesetiakawanan sosial yang tinggi untuk membantu mengatasi berbagai bencana alam di tanah air,"ajak Presiden.
Presiden mengingatkan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya. "Kita menyadari bahwa bangsa kita bangsa yang majemuk terdiri dari berbagai suku, agama, etnis, bahasa, dan budaya. Tidak ada cara lain untuk menghadapi kemajemukan itu kecuali kita membangun kebersamaan, saling menghormati serta saling menghargai perbedaan masing-masing. Kemajemukan bangsa kita harus kita sikapi dengan penuh rasa syukur, keragaman yang kita miliki harus kita terima sebagai anugerah dari Tuhan," kata Presiden.
Acara diakhiri dengan operet Natal bertema pelestarian lingkungan. Presiden,Ibu Negara, Wapres, Ibu Mufidah Kalla beserta rombongan meninggalkan JCC pukul 21.20.(nnf)



