Berita Utama

Indonesia Berduka atas Tewasnya Benazir Bhutto

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas nama pemerintah Indonesia mengungkapkan rasa duka cita dan mengutuk keras peristiwa berdarah di Pakistan yang menewaskan pimpinan oposisi yang juga mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto. Hal itu diungkapkan Presiden di Kantor Presiden, Kamis (27/12) malam, sebelum menerima para calon Panglima TNI, calon KSAD, dan calon KSAU.

"Tadi sore pemerintah Indonesia secara resmi sesungguhnya telah mengeluarkan pernyataan yang disampaikan oleh Departemen Luar Negeri, namun akan saya garis bawahi pernyataan pemerintah Indonesia merespon satu kejadian yang tragis di Pakistan hari ini. Pemerintah Indonesia mengutuk aksi pembunuhan terhadap mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto dan sejumlah aksi kekerasan yang menewaskan para pendukung mantan PM Benazir Bhutto, dan bahkan saya mendapatkan informasi juga pendukung mantan Perdana Menteri Nawas Sharif," kata SBY, yang didampingi Jubir Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng.

"Pemerintah Indonesia ikut berduka cita terhadap tragedi ini, baik pada keluarga almarhumah maupun kepada bangsa Pakistan. Kita berharap agar keamanan dan ketertiban dapat dipulihkan di Pakistan, hukum ditegakkan dan demokrasi dihormati. Kita juga berharap agar aksi-aksi kekerasan yang terjadi di Pakistan akhir-akhir ini justru tidak berkembang ke arah yang lebih buruk yang bisa menimbulkan perpecahan bangsa Pakistan. Ini harapan Indonesia sebagai negara sahabat Pakistan merespon kejadian yang mengejutkan kita semua dan dunia pada hari ini dengan tewasnya almarhumah Benazir Bhutto ketika yang bersangkutan sedang menggunakan hak politiknya untuk melaksanakan kegiatan demokrasi," kata Presiden. (nnf)