Berita Utama

Presiden Instruksikan Perlindungan Terhadap Tokoh Politik Demi Pemilu yang Aman

Presiden SBY ketika memberi keterangan pers mengenai kekerasan di Pakistan yang mengakibatkan tewasnya Benazir Bhutto, di Kantor Presiden, Kamis (27/12) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY ketika memberi keterangan pers mengenai kekerasan di Pakistan yang mengakibatkan tewasnya Benazir Bhutto, di Kantor Presiden, Kamis (27/12) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan kepada aparat keamanan untuk memberi perlindungan terhadap para tokoh politik agar dapat mengikuti pemilu, baik level pusat maupun daera, dengan aman dan tertib. Instruksi ini disampaikan Presiden Kamis (27/12) malam ketika menyampaikan keprihatinan atas peristiwa kekerasan yang terjadi di Pakistan, yang mengakibatkan tewasnya pemimpin oposisi yang juga mantan Perdana Manteri Pakistan, Benazir Bhuto.

"Kita mengetahui bahwa kompetisi di negeri kita terus berlangsung pada tingkat sekarang ini, adalah dalam kaitan pemilihan kepala daerah. Dan yang saya kira tahun depan sudah mulai ada kegiatan menuju ke pemilu 2009, pada tingkat nasional pun akan ada kompetisi-kompetisi politik itu. Saya mengajak bangsa Indonesia untuk betul-betul memastikan kegiatan demokrasi itu berlangsung secara aman dan tertib," kata Presiden.

"Saya tentu akan mengeluarkan instruksi secara resmi kepada pihak kepolisian, dan keamanan yang lain seperti Badan Intelijen dan TNI yang mengemban tugas pengamanan, untuk meningkatkan kewaspadaan, melakukan langkah-langkah yang efektif dan proporsional untuk memastikan bahwa kompetisi politik di negeri ini berjalan secara aman dan tertib, dan untuk memberikan perlindungan keselamatan fisik bagi siapa saja tokoh-tokoh politik di negeri ini baik pusat maupun daerah yang menggunakan hak politiknya untuk ikut dalam kompetisi, baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional. Itulah yang mesti kita lakukan di dalam negeri, mengambil pelajaran sangat berharga dari peristiwa hari ini di Pakistan," kata Presiden mengakhiri keterangannya. (nnf)