Berita Utama

Pelantikan Pucuk Pimpinan TNI

Djoko Santoso Menggantikan Djoko Suyanto Sebagai Panglima TNI

Presiden SBY bersama Panglima TNI baru dan lama, KSAD baru dan lama serta KSAU baru dan lama, usai pelantikan di Istana Negara, Jumat (28/12) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY bersama Panglima TNI baru dan lama, KSAD baru dan lama serta KSAU baru dan lama, usai pelantikan di Istana Negara, Jumat (28/12) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Jenderal TNI Djoko Santoso sebagai Panglima TNI menggantikan Marsekal Djoko Suyanto. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jumat (28/12) pukul 14.00 WIB, dalam upacara resmi yang dihadiri antara lain Wapres Yusuf Kalla dan seluruh anggota Kabinet Indonesia Bersatu.

Selain melantik Panglima TNI, Presiden SBY juga melantik Letnan Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), menggantikan Jenderal TNI Djoko Santoso. Selain itu, Presiden SBY juga melantik Marsekal Madya TNI-AU Soebandrio sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), menggantikan Marsekal TNI-AU Herman Prayitno yang sudah memasuki masa pensiun.

Sebelum acara pelantikan, Sekretaris Militer Bambang Soetedjo membacakan SK Presiden no.60/TNI 2007 dan no.61/TNI 2007, yang isinya antara lain, memberhentikan dengan hormat Marsekal TNI Djoko Suyanto, Jenderal TNI Djoko Santoso serta Marsekal TNI Herman Prayitno dari jabatannya, disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya. Kemudian mengangkat Jenderal TNI Djoko Santoso Nrp. 27871 sebagai Panglima TNI. SK tersebut ditandatangani Presiden SBY pada tanggal 27 Desember 2007.

Isi dari SK tersebut juga menyatakan mengangkat Letnan Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo Nrp. 27080 sebagai Kepala Staf TNI- AD, serta mengangkat Marsekal Madya TNI-AU Soebandrio Nrp. 504017 sebagai Kepala Staf Angkatan Udara.

Dengan mengikuti kalimat yang diucapkan Presiden SBY, Jenderal Djoko Santoso, Letjen Agustadi Sasongko Purnomo, dan Marsekal Madya Soebandrio bersama-sama mengucapkan sumpah secara agama Islam. “Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya untuk diangkat pada jabatan ini, baik langsung ataupun tidak langsung, dengan rupa atau dalih apapun juga, tidak memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun juga. Bahwa saya tidak akan menerima hadiah, atau suatu pemberian berupa apa saja, dari siapapun juga yang saya tahu atau patut dapat mengira, bahwa ia mempunyai hal yang bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya. Bahwa saya akan tetap setia kepada Undang-undang Dasar dan memelihara segala peraturan yang berlaku bagi Negara Republik Indonesia. Bahwa saya akan senantiasa menjungjung tinggi Sumpah Prajurit.”

Seusai pembacaan sumpah dilanjutkan penandatanganan berita acara pelantikan oleh Presiden SBY, Marsekal Djoko Suyanto, Letjen TNI Agustadi Sasongko Purnomo dan Marsekal Madya TNI Soebandrio, dengan saksi Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto dan Menteri Pertahanan Juwono Soedarsono. (mit)