Berita Utama

Bakornas dan Pemda Harus Proaktif Hadapi Banjir dan Longsor

Jakarta: Curah hujan pada Desember 2007-Februari 2008 diperkirakan cukup tinggi sehingga ancaman banjir dan tanah longsor patut diwaspadai. Karena itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama memasuki tahun baru 2008 dengan baik. Ajakan ini disampaikan dalam pernyataan persnya, usai pelantikan Panglima TNI, KSAD, dan KSAU di Istana Negara, Jumat (28/12) siang.

Selain itu, Presiden SBY juga mengulangi lagi ucapan duka cita dan belangsukawa terhadap mereka yang mengalami musibah, baik yang meninggal karena bencana banjir maupun tanah longsor. ”Ramalan cuaca apa yang saya dengar dari BMG bahwa curah hujan pada akhir Desember ini, Januari, bahkan masuk Februari masih tinggi. Oleh karena itu ancaman banjir dan tanah longsor juga tinggi. Sesungguhnya negara lain, seperti kita ikuti pemberitaan di media massa, juga mengalami hal yang sama, bahkan di negara-negara tertentu bencana banjir lebih besar dengan korban harta benda dan jiwa yang tidak sedikit,” ujar Presiden SBY, yang dalam keterangan persnya didampingi Wapres Jusuf Kalla dan seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Oleh karena itu, Presiden SBY mengajak untuk meningkatkan kewaspadaan. ”Mari kita meningkatkan kesiagaan, Bakornas, termasuk jajaran pemeritah daerah di seluruh tanah air untuk betul- betul proaktif menghadapi bahaya banjir dan tanah longsor. Apabila terjadi, segera laksanakan langkah-langkah tanggap darurat yang dikoordinasikan dengan baik,” kata SBY

Presiden juga meminta kepada regulator dan operator transportasi, baik sarana angkut darat, laut maupun udara agar betul-betul melaksanakan kewaspadan penerbangan dan keselamatan penumpang. Presiden mengimbau masyarakat agar memperhatikan faktor cuaca bila berpergian menggunakan moda transportasi apapun.

Bencana yang terjadi pada tahun-tahun terakhir ini, baik di dalam maupun luar negeri, adalah akibat dari perubahan iklim. ”Akibat pemanasan global begitu real. Oleh karena itu tidak salah kalau kita, Indonesia, dan bangsa lain bekerjasama dengan adil dan baik untuk bersama-bersama mengurangi pemanasan global agar perubahan iklim dapat kita cegah ke arah yang lebih baik,” Presiden menambahkan.

“Sekaligus saya juga menggarisbawahi, musibah ada di depan mata kita. Tanah-tanah longsor, banjir lokal, bukit-bukit yang tergerus, yang ini meniscayakan kita untuk kembali merawat hutan-hutan kita. Kembali merawat daerah yang rawan longsor, dan ini saya minta sekali lagi para bupati, walikota, gubernur, sungguh memberikan atensi,” Presiden menandaskan. (win)