


Jumat, 28 Desember 2007, 16:35:37 WIB
Jakarta: Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di berbagai tempat ternyata memakan biaya atau ongkos begitu mahal. ”Kalau ongkos politik begitu mahal, tidak wajar, maka selesai kompetisi hampir pasti menimbulkan masalah,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pernyataan persnya, Jumat (28/12) pukul 15.00 WIB, di Istana Negara Jakarta.
“Ongkos politik selalu ada di manapun, namun jumlahnya mestinya wajar dan itu didapatkan dari sumber-submer yang benar dan cara-cara yang benar," Presiden menambahkan. Dalam pernyataan pers seusai pelantikan Panglima TNI, KSAD, dan KSAU ini Presiden didampingi Wapres Jusuf Kalla dan para menteri Kabinet Indonesia bersatu.
Untuk itu Presiden dan jajaran pemerintahan mengajak semua pihak untuk betul-betul membuat pilkada efisien, hemat, tidak menghamburkan uang, karena uang bisa dipergunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. “Saya tidak ingin para konstetan, siapapun, tergoda mencari menggunakan dana yang jumlahnya benar-benar melebihi kepantasan, tidak wajar. Kalau itu ditempuh, dana dikumpulkan dari sumber yang tidak benar dan dengan cara yang tidak benar, apalagi begitu mahalnya biaya untuk kompetisi politik, saya khawatir (setelah menang pilkada) banyak yang akan tergoda lagi untuk mencari dana untuk mengimbangi biaya yang dikeluarkan itu. Dan bisa jadi cara-cara yang tidak benar, menimbulkan permasalahan baru di negari kita," Presiden menambahkan.
“Untuk itu di akhir tahun ini saya mengingatkan, dalam perjalanan demokrasi yang masih panjang ini kita tengah meletakkan dalam transformasi dan reformasi. Mari dengan pikrian jernin bersama-sama, kita tata sistem politik demokrasi dengan benar. Demokrasi kokoh dan rakyat dapat manfaat yang besar,” Presiden menegaskan. (win)
