Berita Utama

Presiden: Susah Maju, Bangsa Yang Tergantung pada Sumber Daya Alam

Presiden SBY bersama anak-anak dalam kunjungan kerjanya ke Wonogiri, Jawa Tengah, hari Sabtu (29/12) pagi. (foto: muchlis/presidensby.info)
Presiden SBY bersama anak-anak dalam kunjungan kerjanya ke Wonogiri, Jawa Tengah, hari Sabtu (29/12) pagi. (foto: muchlis/presidensby.info)
Pacitan: Bangsa yang cerdas adalah bangsa yang tidak menggantungkan kesejahteraan rakyat dengan menguras habis kekayaan alam yang ada di daratan. Apalagi jumlah daratan di Indonesia hanya seperempat dari jumlah lautannya. Jadi, mari dengan cerdas, dengan managemen yang bagus kita gali sumber-sumber yang ada di laut. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meresmikan empat Pelabuhan Perikanan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (29/12) siang.

"Bangsa yang hanya mengandalkan sumber daya alam, akan susah untuk maju. Oleh karena itu diperlukan juga pengembangan teknologi, dan jasa," jelas SBY. Untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan kelurganya, SBY menginginkan agar di daerah nelayan diberikan kemudahan-kemudahan seperti pendidikan dan kesehatan.

Kepada para nelayan dan masyarakat di Pacitan, SBY menjelaskan tentang penyebab bencana alam yang beberapa hari ini menimpa sebagian besar wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Khusus untuk daerah Pacitan, ada tiga jenis bencana alam di luar kemampuan manusia, bencana itu adalah gempa, tsunami, dan gunung meletus. Oleh karena itu baik bagi kita untuk selalu mempersiapkan diri untuk meminimalisir jumlah korban jiwa," SBY menegaskan.

Diluar bantuan resmi yang sudah diberikan SBY, sebagai wujud simpatinya, SBY menyerahkan tambahan bantuan sebesar Rp 5 milyar. Bantuan yang diserahkan SBY kepada Gubernur Jatim Imam Utomo ini khusus digunakan sebagai dana tanggap darurat.
Usai berdialog dengan para nelayan, SBY dan Ibu Ani meninjau pameran produk perikanan dan meninjau pelabuhan perikanan yang baru diresmikan. (osa)