Berita Utama

Presiden di Kabupaten Karanganyar

"Saya Mengucapkan Bela Sungkawa Sedalam-dalamnya"

Presiden SBY dan Ibu Ani berdialog dengan para pengungsi usai  meninjau tepi Bengawan Solo, di Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, hari Senin (31/12) siang. (foto:anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani berdialog dengan para pengungsi usai meninjau tepi Bengawan Solo, di Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, hari Senin (31/12) siang. (foto:anung/presidensby.info)
Karanganyar: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya bagi masyarakat yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai, dalam musibah tanah longsor dan banjir. "Kepada keluarga yang ditinggalkan, saya minta tabah dan tawakal menghadapi kejadian ini," ujar SBY saat bertemu dengan masyarakat korban bencana alam di Kabupaten Karanganyar, Senin (30/12) pagi.

Kepada warga masyarakat korban bencana alam di Kabupaten Karanganyar, SBY menjelaskan tentang penyebab terjadinya bencana tanah longsor dan banjir. "Mari mulai sekarang bersama-sama kita rawat lingkungan kita untuk mencegah bencana yang lebih besar lagi," ajak SBY. "Yang paling penting yang harus kita lakukan sekarang adalah mencari tiga jenazah saudara-saudara yang kita belum ketemu. Bagi warga yang sudah berada di tempat penampungan, harus dirawat dengan baik, lalu lakukan langkah-langkah antisipasi dan beri penjelasan kepada masyarakat agar lebih waspada," SBY mengingatkan.

"Saya senang bila Pemda sudah memikirkan relokasi tempat tinggal bagi penduduk yang tidak dapat kembali lagi ke rumah asal mereka," kata SBY. Untuk membantu masyarakat yang tempat tinggalnya direlokasi, SBY membantu kekurangan dana tersebut. "Bantuan ini adalah wujud cinta dan kasih sayang kami," ujar SBY.

Sementara itu dalam laporannya Bupati Karanganyar, Rina Iriani menjelaskan bahwa jumlah korban meninggal akibat tanah longsor berjumlah 62 orang, 70 orang luka-luka, 5 orang dalam perawatan, dan 3 orang masih hilang. "Rumah rusak berat berjumlah 325 rumah, 258 rusak sedang, dan 1801 rusak ringan," jelas Rina. "Warga yang dievakuasi untuk menghindari terjadinya longsor berjumlah 37 KK dengan jumlah warga 117 orang," tambahnya.

Dana yang sudah dikucurkan bagi korban meninggal, luka-luka, dan bagi warga yang rumahnya rusak lebih kurang Rp 1,3 milyar. Mendampingi SBY antara lain adalah Menko Kesra Aburizal Bakrie, Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menhut M.S. Kaban, serta Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (osa)