Berita Utama
Kamis, 3 Januari 2008, 14:15:41 WIB
PM Myanmar akan Bertemu Presiden SBY
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Myanmar, Jenderal Thein Sein pada tanggal 14 dan 15 Januari 2008 di Jakarta. Istilah yang digunakan pemerintah Myanmar untuk kunjungan ini adalah good will visit. Namun PM Thein Sein akan tetap mendapat perlakukan kunjungan resmi di Indonesia. Demikian dijelaskan Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Kamis (3/1) siang.Dalam kunjungan ke Indonesia nanti PM Thein Sein akan didampingi enam menteri, yaitu Menteri Pertanian dan Irigasi, Menteri Perencanaan Nasional dan Pembangunan Ekonomi, Menteri Perdagangan, Menteri Energi, Menteri Transportasi, dan Menteri untuk Kemajuan di Wilayah Perbatasan.
“Komposisi dari delegasi ini mencerminkan adanya keinginan dari pemerintah Myanmar untuk meningkatkan hubungan bilateral yang cukup komprehensif dengan pemerintah Indonesia,” kata Dino kepada wartawan. Pertemuan PM Thein Sein dengan Presiden SBY ini nantinya akan menjadi pertemuan kedua mereka. Sebelumnya, keduanya pernah bertemu saat diselenggaraknnya KTT ASEAN di Singapura bulan Desember lalu. Namun kunjungan ini merupakan kunjungan PM Thein Sein yang pertama kalinya ke Indonesia sebagai Perdana Menteri.
”Menurut informasi dari pihak Myanmar, PM Thein Sein hanya akan mengunjungi dua negara dalam kunjungannya kali ini, yaitu Indonesia dan Brunei Darrusalam. Dapat pula saya jelaskan bahwa dalam hubungan antara Indonesia dengan Myanmar, ada komisi bersama pada tingkat Menteri Luar Negeri. Pertemuan pertamanya berlangsung di Jakarta pada tanggal 14 dan 15 Februari 2007, dan ini menindaklanjuti kesepakan yang dicapai antara Presiden SBY dan Jenderal Senior Than Shwe, sewaktu SBY berkunjung ke Myanmar. Pertemuan kedua dari Komisi Bersama Menteri Luar Negeri ini akan diadakan di Myanmar pada tahun 2008, namun belum ada tanggal pastinya,” lanjut Dino.
Dari segi ekonomi, nilai perdagangan Indonesia dan Myanmar masih cukup rendah. Tahun 2006 angka perdagangannya adalah 157 juta Dollar AS dengan surplus untuk Indonesia sekitar 118 juta Dollar AS. Untuk periode Januari sampai Juni 2007, sudah tercatat total perdagangan 145 juta Dollar AS dengan surplus untuk Indonesia sekitar 100 juta Dollar AS.
”Posisi Indonesia tetap ingin agar Myanmar terus maju dan komit terhadap road map through democracy. Mereka sekarang sudah menyelesaikan tahap ketiga, yaitu menyelenggarakan konferensi nasional mereka. Kita menginginkan agar proses demokarsi di Myanmar berlangsung secara inklusif dan komprehensif, yang berarti mereka perlu merangkul tokoh-tokoh yang berada di luar proses road map tersebut. Kita menyambut baik inisiatif untuk melakukan dialog antara pemerintah Myanmar dengan Aung San Su Kyi dengan menunjuk Uk Aung Ci sebagai penghubung. Sekarang ini sudah ada tiga kali pertemuan,” ujar Dino.
”Indonesia saat ini juga menjadi bagian apa yang dinamakan Friends of the Secretary General dalam proses PBB. Selain Indonesia, dalam kelompok ini tergabung juga Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, Cina, Indoa, Jepang, Vietnam, Singapura, dan Thailand. Tujuan dibentuknya Friends of the Secretary General adalah untuk mendukung pelaksanaan UN Secretary melalui utusan khusus Profesor Ibrahim Gambari. Kita tetap mendukung proses Gambari ini, dan berharap agar pemerintah Myanmar dapat bekerjasama dengan baik,” tandas Dino. (osa)



