Berita Utama
Senin, 7 Januari 2008, 13:00:29 WIB
Sidang Paripurna Pertama Tahun 2008
Presiden Minta Para Menteri Fokus pada Tugas Masing-masing
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Senin (7/1) pagi memimpin sidang paripurna Kabinet Indonesia Bersatu, di Kantor Kepresidenan. Ini adalah sidang paripurna pertama tahun 2008, yang juga dihadiri Wapres Jusuf Kalla. Seluruh menteri hadir, termasuk Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Kapolri Jend. Sutanto, Kepala BKPM M. Luthfi, Kabulog Mustafa Abubakar, Wantimpres Ali Alatas dan Sjahrir, serta Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng.Masalah yang menjadi fokus bahasan utama pada siang ini antara lain bidang perekonomian, pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan termasuk masalah kestabilan harga dan keamanan pasokan harga bahan-bahan pokok masyarakat.
Menko Perekonomian Boediono usai sidang mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan terus dikembangkan. "Pertumbuhan ekonomi harus tetap diupayakan agar dicapai sesuai dengan rencana, meskipun di dunia luar menunjukkan perlambatan ekonomi dunia," kata Boediono kepada wartawan. Presiden SBY, lanjut Boediono, menekankan agar pemerintah selalu melakukan langkah-langkah untuk menjaga dan meningkatkan ekonomi, serta menjaga konsumsi dan daya beli masyarakat.
Presiden SBY juga berharap penciptaan lapangan pekerjaan dapat dilakukan lebih banyak lagi di sektor UKM dan pertanian di tahun 2008 ini. "Karena, jawaban utama untuk atasi kemiskinan adalah menciptakan lapangan pekerjaan. Karena itu merupakan solusi yang sustainable," kata Boediono, didampingi Mendag Mari Elka Pangestu, Kabulog Mustafa Abubakar serta Mentan Anton Apriyantono serta Jubir Presiden, Andi Mallarangeng.
Selain penciptaan lapangan pekerjaan, pemerintah juga akan meningkatkan penciptaan program-program nasional pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pembangunan di daerah pedesaan dan pembangunan di daerah-daerah tertinggal. Untuk meningkatkan ketahanan pangan di tahun 2008 ini, pemerintah daerah akan dilibatkan secara aktif untuk mengamankan ketahanan pangan. "Karena kunci dari meningkatkan ketahanan pangan adalah di daerah," jelas Boediono.
Dalam siang tadi, kata Andi Mallarangeng, Presiden minta seluruh menteri untuk fokus pada tugas pemerintahan masing-masing dengan sebaik-baiknya. "Seluruh menteri menyatakan bahwa mereka akan menjalankan tugas pemerintahan dengan sebaik-baiknya," kata Andi. "Insya Allah, masyarakat tidak perlu khawatir, karena seluruh Menteri Kabinet Indoneisa Bersatu, akan melaksanakan tugas-tugas pemerintahannya dengan sebaik-baiknya dan penuh dengan tanggung jawab. (mit)



