Berita Utama

Presiden Pimpin Rapat di Kantor Dephub

Akan Dikembangkan, Prasarana, Managemen dan Keamanan Sektor Perhubungan

Presiden SBY  didampingi Wapres JK saat memimpin rapat di Kantor Departemen Perhubungan Jl. Medan Merdeka  Barat, Jakarta, hari Rabu (9/1) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Wapres JK saat memimpin rapat di Kantor Departemen Perhubungan Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, hari Rabu (9/1) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Pemerintah akan lebih mengembangkan prasarana dan sarana serta sistem dan manjemen perhubungan, serta upaya khusus untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan di sektor perhubungan. Hal ini dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai memimpin rapat di Kantor Departemen Perhubungan Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, hari Rabu (9/1) siang.

Menurut Presiden, managemen dan keamanan perhubungan harus dapat dilakukan lebih efektif, sehingga peluang yang tersedia dari sektor riil dan pertumbuhan makro ekonomi benar-benar dapat menunjang pembangunan sektor perhubungan. “Alokasi anggaran Dephub tiap tahun terus naik. Tahun terakhir bahkan kenaikannya hampir 300 persen. Dari tahun 2007 ke tahun 2008 misalnya, anggaran itu naik 61 persen. Satu hal patut kita syukuri, komponen pembiayaan ini sebahagian besar berasal dari rupiah murni. Ini tentu lebih sehat dan kuat , “ ujar SBY.

Presiden SBY didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beberapa menteri berkunjung ke Kantor Departemen Perhubungan untuk mendapatkan laporan tentang kinerja pembangunan sektor perhubungan tahun 2007, dan rencana kerja Dephub tahun 2008. Dalam rapat ini juga dirumuskan langkah –langkah pembangunan perhubungan serta pekerjaan pemerintah secara umum untuk lebih mengefektifkan pembangunan.

"Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia akan digunakan sebaik-sebaiknya, baik pemerintah juga pelaku ekonomi lainnya, untuk betul-betul meningkatkan peluang ekonomi utamanya di sektor perhubungan.” Sebagaimana kita ketahui, kenaikan angkutan dan jumlah penumpang dari semua berbagai moda angkutan, sangat tinggi, “ kata SBY didampingi Wapres Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Boediono, dan Menhub Jusman Syafii Djamal.

"Kenaikan angkutan kargo maupun penumpang, baik domestik maupun internasional, juga terus meningkat. Sebagai contoh, tercatat untuk angkutan kargo domestic naik 30 persen, sedangkan angkutan internasional naik 15 persen, penumpang domestic naik 20 persen dan penumpang internasional naik 10 persen. Ini adalah kenaikan jumlah yang luar biasa. Oleh karena itu yang sudah diprogramkan oleh Dephub dengan anggraran yang saya katakan tadi, cukup tepat. Harapan kita memang prasarana dan sarana yang diperlukan itu cukup. Dengan demikian bukan hanya pelayanan publik, tapi juga pergerakan ekonomi nasional dapat tercapai dengan lebih baik lagi,” ujar Presiden.

Beberapa menteri juga ikut berkunjung ke kantor Dephub, antara lain Menko Perekonomian Boediono, Menteri ESDM Purnomo Yusgihantoro, Menristek Kusmayanto Kadiman, Menteri Perdagangan Mari E Pangestu, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi , Kapolri Jenderal Pol Sutanto, KASAU Marsekal Soebandrio, serta Jubir Presiden, Andi Mallarangeng .