Berita Utama

Presiden: Ada atau Tidak Ada Larangan Terbang, Keamanan Tetap Penting

Presiden SBY  Menhub Jusman Syafii Djamal, di Kantor Departemen Perhubungan hari Rabu (9/1) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY Menhub Jusman Syafii Djamal, di Kantor Departemen Perhubungan hari Rabu (9/1) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Keamanan dan keselamatan penerbangan adalah hal yang mutlak. Terlepas apakah kita dinilai pihak lain atau tidak, baik oleh pihak di dalam negeri maupun luar negeri, keamanan dan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. "Dengan demikian semua bisa merasa nyaman dan tenang berpergian menggunakan transporatasi, baik transportasi darat, laut maupun udara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan persnya usai melakukan pertemuan dengan jajaran Departemen Perhubungan , Rabu (9/1) siang di Kantor Dephub Jakarta Pusat.

“Tanpa larangan dari Uni Eropa pun, melihat kecelakaan yang terjadi di negeri ini , kita harus all out dan habis-habisan meningkatkan derajat keamanan dan keselamatan transportasi kita,” tegas Presiden didampingi Wapres Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Boediono, dan Menhub Jusman Safeii Djamal.

Pemerintah juga telah melaksanakan koreksi dan perbaikan serta upaya-upaya untuk lebih menjamin keselamatan penerbangan udara. ”Hal itu sesungguhnya juga sudah diketahui Uni Eropa dan oleh pihak lain juga, Amerika, Jepang dan negara negara sahabat lainnya. Saya bertharap untuk terus dikomunikasikan, bahwa kita sangat bertanggung jawab untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan kita,” kata Presiden

Presiden minta jajaran Dephub untuk terus melakukan konsultasi dan komunikasi. ”Jangan sampai karena tidak lancar komunikasi dan konsultasinya, lantas kita dianggap tidak berbuat apa-apa, kita dianggap jelek sekali. Kita punya standar keamanan. Makin bagus komunikasi dan konsultasinya, mereka akan tahu kitapun sungguh –sungguh memelihara safety dan security dari penerbangan yang ada di negeri kita ,” ujar Presiden.

Presiden berharap semua pihak akan bertanggung jawab. "Kepada semua operator maskapai penerbangan, utamakan keselamatan. Demikian pula regulator, jangan terlalu lunak. Jangan permisif kalau ada penyimpangan-penyimpangan yang membahayakan keselamatan,” kata Presiden. (win)