Berita Utama
Kamis, 10 Januari 2008, 11:30:49 WIB
Presiden Bertolak ke Malaysia
Juga Bicarakan Soal TKI dengan PM Badawi
Presiden SBY dan Ibu Ani meninggalkan Lanud Halim PK untuk bertolak ke Malaysia, hari Kamis (10/1) siang,. (foto: abror/presidensby.info)
Ada sejumlah agenda yang akan dibahas bersama pemerintah Malaysia. Karena itu beberapa menteri ikut dalam rombongan SBY, di antaranya Mendag Marie E. Pangestu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menakertrans Erman Suparno, Menlu Hassan Wirajuda, Meneg Pemberdayaan Perempuan, Meuthia Hatta, Menbudpar Jero Wacik, Panglima TNI Djoko Santoso, Kapolri Jend. Sutanto, serta dua Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.
Sebelum berangkat, kepada wartawan Andi Mallarangeng menjelaskan bahwa pertemuan yang berlangsung di awal tahun 2008 ini diharapkan akan berjalan dengan baik. "Sebagaimana kita tahu bahwa ini adalah kunjungan bilateral. Sebelumnya PM Badawi ke Bukittinggi mengikuti pertemuan konsultasi tahunan," ujar Andi. "Awalnya pertemuan ini dijadwalkan berlangsung bulan Desember lalu, namun karena kita sibuk dengan Konferensi Internasional tentang Perubahan Iklim di Bali maka pertemuan diundur Januari ini," Andi menjelaskan.
"Salah satu pembicaraan pokok Presiden di Malaysia adalah soal TKI. Presiden juga akan menemui Nirmala Bonat, TKW yang dianiaya majikannya di Malaysia. Tugas negara adalah melindungi warga negara Indonesia yang ada di dalam negeri dan luar negeri," lanjut Andi. "Presiden sudah perintahkan KBRI untuk memberi perlindungan hukum," tambahnya.
Kasus Nirmala Bonat, menurut Andi, telah mendapat perhatian Presiden SBY. "Presiden akan bertemu Nirmala dan bertanya bagaimana perkembangan kasusnya," kata Andi. "Indonesia minta perhatian serius dari pemerintah Malaysia untuk melindungi TKI sebagaimana kita melindungi warga negara asing yang berada di Indonesia," Andi menegaskan.
Di Kuala Lumpur Presiden SBY akan menghadiri pertemuan bilateral formal dan informal. "Isu yang dibahas antara lain adalah isu hubungan kedua negara, TKI, isu perbatasan, dan perdagangan. Inilah fungsi pertemuan ini. Tentu kita harapkan bisa menghasilkan sesuatu yang baik dan mempererat hubungan kedua negara," ujar Andi.
Pemerintah Malaysia tahu ada beberapa hal yang menjadi perhatian di dalam negeri Indonesia, termasuk persoalan budaya. "Tugas Presiden tentu adalah menyampaikan hal tersebut dalam bahasa yang baik, demikian juga dengan PM Badawi. Lalu kemudian diambil penyelesaian yang baik," jelas Andi.
Sedangkan mengenai Anugerah Bintang Kehormatan dari pemerintah Malaysia yang akan diterima SBY, lanjut Andi, adalah bagian dari tata hubungan negara yang sifatnya resripokal. Rencananya Presiden SBY dan rombongan akan kembali ke Indonesia pada hari Sabtu (12/1) siang. (osa)



