Berita Utama

Nirmala Bonat Bertemu SBY dan Ibu Ani

Nirmala Bonat saat bertemu Presiden SBY dan Ibu Ani, di lantai 26 Hotel JW Marriott Kuala Lumpur, hari Kamis (10/1) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Nirmala Bonat saat bertemu Presiden SBY dan Ibu Ani, di lantai 26 Hotel JW Marriott Kuala Lumpur, hari Kamis (10/1) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Kuala Lumpur: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara, pada hari pertama kedatangannya di Malaysia Kamis (10/1) siang, bertemu dengan Nirmala Bonat, di Hotel JW Marriott, lantai 26. Nirmala Bonat adalah TKW yang dianiaya oleh majikannya di Malaysia. Nirmala yang datang mengenakan pakaian berwarna kuning muda, langsung disambut dengan pelukan hangat oleh Ibu Ani. Pertemuan tersebut berlangsung di Hotel JW Marriott Kuala Lumpur , lantai 26. Dalam pertemuan tersebut, Presiden SBY didampingi Menlu Hassan Wirajuda, Menakertrans Erman Soeparno, Menneg Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta serta Kapolri Sutanto. Juga hadir mendampingi Presiden antara lain dua Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

SBY merasa senang, karena pekan lalu Nirmala diputuskan tidak bersalah oleh Majelis Hakim di Malaysia. "Keadilan Allah datang, Nirmala dinyatakan tidak bersalah, namun majikan Nirmala justru dinyatakan bersalah oleh majelis hakim. Ini merupakan keadilan yang lama kita tunggu. Kita semua bersyukur," kata Presiden kepada Nirmala.

Kepada Nirmala, SBY mengatakan bahwa dirinya akan menyampaikan kepada pimpinan Malaysia agar proses pengadilan Nirmala dapat dipercepat. "Insya Allah bulan Mei 2008 sudah dapat diputuskan hakim Malaysia. Kita senang apabila Nirmala bisa bertemu keluarga kembali di Indonesia. Tetapi tolong sabar dulu, karena masih ada proses yang harus dijalankan. Kita akan berusaha terus karena keadilan harus ditegakkan," tegas SBY.

Sebagai Presiden, kata SBY, dirinya akan selalu melakukan yang terbaik untuk warganya. "Nirmala di sini kerja dengan baik. Kita semua tidak rela kalau Nirmala diperlakukan tidak baik. Sebagai Presiden, saya setuju kalau ada yang di luar negeri berbuat salah, mendapatkan sangsi. Tapi sebaliknya kalau tidak bersalah, harus diberikan perlindungan," papar SBY.

Perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia diberikan di KBRI. "Semua warga negara Indonesia di sini harus dilindungi dan dilayani dengan baik. Kalau ada masalah-masalah ditangani dengan cepat. Kalau ada urus-urus ijin, tempatnya harus baik," kata SBY. Presiden SBY dijadwalkan memang akan melakukan peninjauan ke KBRI di Kuala Lumpur.(mit)